Bendungan Pidekso Mewujudkan Irigasi Premium Harapan Masyarakat Kabupaten Wonogiri

WONOGIRI, eljabar.com – Bendungan Pidekso di Desa Pidekso, Kecamatan Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri, yang telah diresmikan Presiden Joko Widodo, Selasa (28/12/2021), kemarin.
Bendungan tersebut memiliki sejarah panjang dalam proses pembangunannya. Menurut Dirjen SDA Kementerian PUPR Jarot Widyoko, Bendungan Pidekso diinisiasi sejak tahun 2014. Pembebasan lahan yang dibutuhkan untuk infrastruktur sumber daya air ini memakan waktu selama 4 tahun, sehingga pekerjaan konstruksi bendungan dengan luas genangan 232 hektare itu baru bisa dimulai pada tahun 2018 dan selesai di penghujung tahun 2021.
Jarot menerangkan, dengan daya tampung sebesar 25 juta meter kubik, Bendungan Pidekso bisa memenuhi kebutuhan irigasi seluas 1.500 hektare dan akan meningkatkan intensitas pertanaman (IP) Kabupaten Wonogiri, dari sekali dalam setahun menjadi tiga kali dengan pola tanam 2 kali padi dan 1 kali palawija.
Bendungan setinggi 40 meter dan panjang 387 meter itu juga memiliki fungsi retensi banjir sebesar 11 persen atau genangan seluas 275 hektare.
“Sedangkan untuk program irigasi dan air baku, insyaalah sudah selesai pada tahun 2024,” ujar Jarot.
Sementara itu, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS), Agus Rudyanto menjelaskan bahwa Bendungan Pidekso juga akan mendukung peningkatan irigasi premium.
“Irigasi premium sumber airnya langsung berasal dari bendungan,” kata Agus, dilansir dari laman sda.pu.go.id, Selasa (28/12/2021).
Selain itu, imbuhnya, Bendungan Pidekso yang dikerjakan oleh PT PP (Persero) itu berfungsi sebagai lahan konservasi dan pariwisata.
“Pengelolaan pariwisata Bendungan Pidekso diharapkan akan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar bendungan,” terang Agus.
Namun begitu, seiring dengan meningkatnya denyut pariwisata di Kabupaten Wonogiri, Agus mengingatkan agar pengelolaan pariwisata tidak mengganggu fungsi utama Bendungan Pidekso.
Sebelumnya, untuk membangun jaringan irigasi Bendungan Pidekso, BBWS Bengawan Solo telah membebaskan 41 hektare tanah atau setara dengan 816 bidang tanah yang akan terdampak. Tanah tersebut terdiri dari tanah kas desa dan tanah milik masyarakat.
Pengadaan tanah untuk jaringan irigasi tersebut akan dilaksanakan pada tahun 2022 dan pengerjaan saluran irigasinya dilaksanakan pada tahun 2023.
Sehingga, dengan suplai irigasi dari Bendungan Pidekso areal sawah tadah hujan akan menjadi irigasi teknis dalam daerah irigasi yang mencakup 11 desa di Kecamatan Giriwoyo dan 4 desa di Kecamatan Baturetno. (*wan)







