Bupati Sumedang Berikan Motivasi Kepada Peserta Pelatihan TFT Maghrib Mengaji Online
SUMEDANG, eljabar.com — Bupati memberikan motivasi dan inspirasi secara virtual kepada para peserta pelatihan Traning For Trainer (TFT) Maghrib Mengaji Online (MMO) yang diinisiasi Bagian Kesra Sekretariat Daerah Kabupaten Sumedang berkolaborasi dengan Tim Jabar Mengaji, Senin (16/11/2020).
Bupati dalam arahannya meminta kepada para peserta TFT MMO agar mengikuti kegiatan dengan sebaik- baiknya.
“Pasti ada ilmu yang bermanfaat yang didapatkan jika sungguh-sungguh mengikutinya. Hadirkan hati dan pikiran kita sehingga ikhlas mendapatkan ilmu dan meningkatkan konpetensi kita,” ucapnya.
Menurutnya, para peserta yang hadir pada kegiatan tersebut merupakan orang-orang pilihan yang dilatih untuk menjadi pelatih.
“Saya yakin para peserta akan senang mengikuti pelatihan ini dengan coach yang luar biasa,” ujarnya.
Ia menambahkan, para peserta yang mengikuti pelatihan nantinya akan menjadi koordinator Maghrib Mengaji di tiap-tiap desanya.
“Satu desa satu guru ngaji. Karena peserta pelatihan ini dari 270 desa dan 7 kelurahan se-Kabupaten Sumedang.
Peran koordinator tersebut, lanjut bupati, adalah mensukseskan Magrhib Mengaji Online dan terlibat aktif dalam pemberantasan buta huruf Al- Quran di desa masing-masing.
“Peran lainnya adalah meningkatkan kemampuan baca Al-Quran dan kaderisasi guru-guru mengaji, membuat konten-konten digital dalam membantu pencapaian visi misi yang ada,” katanya.
Ia menerangkan, kegiatan MMO berawal dari Visi Sumedang Simpati yaitu poin yang kedua, Sumedang Agamis. Tujuannya memberantas buta huruf Al-Quran di Sumedang dan membanguan antusiasme masyarakat untuk membiasakan diri membaca Al-Quran.
“Magrib Mengaji diambil dari Visi Kedua yakni Sumedang Agamis sebagai salah satu program unggulan, dimana Umat Muslim di Sumedang dari Maghrib sampai Isya diimbau semuanya mengaji,” tuturnya.
Ia menegaskan, nilai, norma dan agama harus dijadikan sebagai nilai-nilai utama dalam kehidupan sosial kemasyarakatan baik di lingkungan masyarakat, maupun di pemerintahan.
“Bagaimana menjalankan norma-norma agama dalam kehidupan keseharian, termasuk kehidupan pemerintahan,” terangnya.
Menurut bupati, dalam kondisi Pandemi banyak cara mengikuti pengajian dan belajar Al-Quran diantaranya melalui online.
“Dengan adanya pandemi Covid-19 tidak menjadi halangan untuk mengaji. Kita bisa melakukannya secara online seperti sekarang ini,” katanya.
Ia menerangkan, Magrib Mengaji juga dapat memberikan inspirasi dan motivasi untuk menuju kesuksesan.
“Dalam MMO motivasi dan inspirasi diberikan oleh bintang tamu yang hadir dan tentunya mempunyai cerita kesuksesan tersendiri,” terangnya. (Abas)







