Regional

Bupati Sumedang Luncurkan *WA KEPO* Secara Virtual

Sumedang, eljabar. Com — Bupati Sumedang, Dr. H. Dony Ahmad Munir, ST, MM, Wakil Bupati H. Erwan Setiawan, SE bersama Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri RI (Dirjen Otda Kemendagri) Drs. Akmal A Malik, M.Si meluncurkan inovasi baru akses informasi dan layanan publik melalui WhatsApp.

Layanan Conversational yang dinamakan *WA KEPO* _(WhatsApp untuk Kebutuhan Informasi dan Pelayanan Online)_ ini turut melengkapi dan menyempurnakan layanan yang sudah tersedia berbasis website dan aplikasi mobile *Tahu Sumedang* di Google Play.

Acara launching di tengah masa PPKM Darurat ini dilaksanakan secara Daring melalui Zoom Meeting yang dihadiri pula oleh Forkopimda, Camat, Kepala Desa, SKPD, akademisi, media, dan perwakilan generasi milenial.

Pemerintah Kabupaten Sumedang menyadari pergeseran/shifting perilaku masyarakat khususnya generasi muda dalam mengakses layanan publik. Masyarakat kian dominan menggunakan _social media & messaging platform_ dalam kehidupan sehari-hari.

Realita inilah yang mendasari Pemerintah Kabupaten Sumedang menghadirkan layanan via *WhatsApp*, di kala trend masyarakat mengakses website dan download aplikasi mobile semakin menurun, sementara akses messaging platform dan social media semakin meningkat.

Dari hasil survey diketahui bahwa masyarakat Sumedang sangat familiar dengan WhatsApp sebagai media komunikasi setiap waktu. Tidak hanya bagi warga perkotaan, tapi juga masyarakat di pedesaan.

Dengan aplikasi *WA KEPO*, masyarakat bisa dengan mudah mengakses informasi dan layanan publik di Kabupaten Sumedang, seperti pariwisata, kuliner, layanan pemerintahan, UMKM, potensi daerah, Mall Pelayanan Publik, dan layanan-layanan lainnya.

Cukup scan QR Code, klik WhatsApp link, atau berkirim pesan melalui WhatsApp untuk mendapatkan informasi yang diinginkan, kapanpun dan dimanapun dengan cepat dan mudah.

Melalui layanan ini juga, masyarakat dapat mengakses informasi update tentang situasi dan penanganan terkini Covid-19. Data harian, prosedur isolasi, vaksinasi, ketersediaan bed di rumah sakit, dan informasi lain yang relevan disuguhkan secara jelas. Layanan ini juga menghantarkan masyarakat untuk mendapatkan informasi lebih jelas melalui maijah.sumedangkab.go.id yang berbasis website.

Selain itu, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan digital dan inovasi unggulan setiap SKPD melalui *WA KEPO*, seperti informasi Sistem Pencegahan Stunting Terintegrasi (Simpati), Siafdol, Mauneh, Markonah, Silasidakep, Si Ice Mandiri, dan lain sebagainya.

Saat ini Sumedang meraih predikat tertinggi di Indonesia dalam hal penerapan SPBE (Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik), dimana Indeks SPBE Sumedang mencapai 3.81 di tahun 2020. Hal ini tentu harus terwujud salah satunya dengan kemudahan akses layanan dan informasi bagi masyarakat secara digital, didukung dengan inovasi dan kolaborasi yang baik semua stakeholder. Tujuan akhir dari proses transformasi digital ini adalah terwujudnya kebahagiaan dan kesejahteraan masyarakat di Sumedang.

Sumedang ingin seperti Singapura, Melbourne, New York dan kota-kota besar dunia lainnya yang telah menerapkan teknologi digital terdepan dan Artificial Intelligence (AI) dalam rangka memberikan kemudahan bagi warganya. Ini juga menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Sumedang serius berusaha untuk mewujudkan mimpi sebagai World Class Government.

Inisiatif ini selain sebagai bentuk inovasi, di satu sisi juga turun mendorong para ASN di berbagai SKPD untuk secara serius mempersiapkan data yang selalu up-to-date, karena setiap waktu akan diakses oleh masyarakat.

Pemerintah harus bersiap di era keterbukaan dan kecepatan akses informasi. Momentum Covid-19 harus dijadikan momentum untuk berubah, karena selalu ada peluang dan tantangan dibalik setiap krisis.

Dirjen Otda Kemendagri Drs Akmal A Malik M.Si sangat mengapresiasi inovasi ini karena di tengah pandemi masyarakat perlu mendapatkan informasi yang valid, terpercaya, cepat, dan mudah.

Beliau juga menyampaikan bahwa inovasi Sumedang ini layak dijadikan contoh bagi daerah-daerah lain. Tidak hanya fokus menangani pandemi, tapi juga tetap kreatif dan inovatif mempersiapkan masa depan.(abas)

Show More
Back to top button