Kabupaten Sumedang Mampu Menjadi Kabupaten Andalan Mengembangkan Transformasi Digital | El Jabar

Kabupaten Sumedang Mampu Menjadi Kabupaten Andalan Mengembangkan Transformasi Digital

Sumwdang, eljabar. Com — Kabupaten Sumedang diyakini mampu menjadi Support System bagi Kabupaten/Kota lain di Indonesia dan menjadi kabupaten andalan yang mengembangkan transformasi digital.

Keyakinan tersebut diungkapkan Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Dirjen Otda Kemendagri) Drs. Akmal A Malik, M.Si saat Soft Launching WA KEPO (Whatsapp Kebutuhan Informasi dan Pelayanan Online) Kabupaten Sumedang secara Virtual, Kamis (15/07).

Zoom diikuti oleh Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir, ST, MM, Wakil Bupati Sumedang H. Erwan Setiawan, SE, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang Drs. Herman Suryatman, M.Si dan dihadiri pula oleh Forkopimda, Camat, Kepala Desa, SKPD, akademisi, media, dan perwakilan generasi milenial.

Dirjen Otda Kemendagri
Akmal Malik mengatakan, beberapa daerah terus melakukan inovasi dan Sumedang selalu menjadi yang pertama dalam menghadirkan hal-hal yang baru.

“Contohnya hari ini Sumedang telah meluncurkan WA KEPO. Ini turut melengkapi dan menyempurnakan layanan yang sudah tersedia berbasis website dan aplikasi mobile,” ujarnya.

Akmal juga meyakini keberhasilan Sumedang tentunya bukan sebuah aksi biasa, melainkan sangat terstruktur.

“Kami sekali lagi mengucapkan selamat atas hadirnya sebuah aplikasi tools yang mampu memudahkan masyarakat untuk mengakses informasi,” ungkapnya.

Dijelaskan Akmal, tugas pemerintah adalah untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dan Sumedang menjadi kabupaten yang terus membenahi transformasi digitalnya dalam mendukung upaya tersebut.

“Sumedang mampu menjadi Support System bagi kabupaten kota di Indonesia dengan terus berinovasi dan meraih banyak penghargaan. Oleh karena itu ini menjadi tools awal bagi Sumedang untuk sukses dalam segala transformasi digital,” ungkapnya.

Namun demikian, ia tidak menginginkan Sumedang hanya maju secara struktural tanpa diiringi perubahan kulturalnya.

“Banyak daerah yang sudah mengalami kemajuan namun sekarang menurun karena kemajuan struktur tidak diiringi dengan perubahan kultur. Jadi yang tercipta bukanlah sistem sehingga ketika berganti kepemimpinan, semua kembali menurun,” ucapnya.

Terakhir Akmal meminta agar Sumedang menjadi narasumber untuk sharing terkait inovasi WA KEPO tersebut dalam podcast milik Dirjen Otda agar bisa menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.

“Saya minta Pak Bupati, Pak Wabup atau Sekda menjadi pembicara dalam Podcast yang kami siarkan secara nasional agar bisa berbagi pengalamannya dengan daerah lain,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Dony menyebutkan, Pemerintah hadir untuk memberikan pelayanan bagi masyarakat termasuk kebutuhan informasi yang mudah diakses.

“Dengan Inovasi WA KEPO diharapkan bisa menjadi social media dan messaging platform untuk kebutuhan informasi pelayanan online yang akan memudahkan masyarakat terutama dalam kondisi Covid seperti ini,” tuturnya.

Ditambahkan Bupati, dengan WA KEPO, masyarakat dengan mudah mengakses informasi dan layanan publik di Kabupaten Sumedang, seperti pariwisata, kuliner, layanan pemerintahan, UMKM, potensi daerah, Mall Pelayanan Publik, dan layanan-layanan lainnya.

“Cukup dengan scan QR Code, klik WhatsApp link, atau berkirim pesan melalui WhatsApp untuk mendapatkan informasi yang diinginkan, kapanpun dan dimanapun dengan cepat dan mudah,” tuturnya.

Disebutkan Bupati, melalui layanan interaktif tersebut, masyarakat bisa mengakses informasi update tentang situasi dan penanganan terkini Covid-19 meliputi data harian, prosedur isolasi, vaksinasi, ketersediaan bed di rumah sakit, dan informasi lain yang relevan disuguhkan secara jelas.

“Layanan ini juga menghantarkan masyarakat untuk mendapatkan informasi lebih jelas melalui maijah.sumedangkab.go.id yang berbasis website,” ujarnya.

Bupati juga berharap, kehadiran WA KEPO bisa menjadi solusi dalam pandemi, terutama memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat tanpa tatap muka.

“Inovasi ini sangat tepat digunakan saat pandemi karena mengurangi interaksi tatap muka yang berpotensi menyebabkan transmisi virus dengan memberikan pelayanan yang tetap berkualitas,” ujarnya.(abas)

Categories: Regional