Bupati Sumedang Minta Setiap Desa Miliki Competitive Advantage

SUMEDANG, eljabar.com — Bupati Sumedang Dr. H. Dony Ahmad Munir meminta kepada seluruh desa yang ada di kecamatan agar masing-masing mempunyai keunggulan dalam bersaing (competitive advantage).

Hal tersebut diungkapkan Bupati di hari terakhir pelaksanaan kegiatan Akselerasi Evaluasi SAKIP Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumedang Tahun 2020, di Aula Kantor Kepala Desa Cisarua, Senin (06/07/2020).

Dikatakan Bupati, harus ada pembeda antara suatu desa dengan desa yang lain, begitu juga antara satu kecamatan dengan kecamatan yang lain.

“Saya ingin ada karakteristik khusus yang membedakan baik antar kecamatan maupun antar desa. Setiap desa harus mempunyai produk unggulan masing-masing,” ungkapnya di hadapan para Kepala Desa hang mengikuti pembinaan.

Terkait dengan SAKIP, Bupati menegaskan bahwa SAKIP merupakan pertanggungjawaban kinerja yang di dalamnya terdapat capaian-capaian yang harus diraih oleh setiap Perangkat Daerah.

“Meskipun kita sedang menangani Covid-19, tapi jangan sampai lupa terhadap tugas kita, bahwa ada perjanjian kinerja yang telah ditandatangani pada SAKIP,” tegasnya.

Selain itu, menurut Bupati para ASN dan Kepala Desa harus dapat menghadirkan hatinya agar menjadi bagian yang dapat mengatasi masalah.

“Yang harus dikaji oleh pemerintahan kecamatan dan desa adalah bagaimana caranya agar kemiskinan berkurang, angka stunting menurun dan pelayanan publik yang baik. Ketiga point ini kami evaluasi,” ucapnya.

Bupati juga mengatakan, SAKIP diibaratkan seperti permainan sepak bola yang tujuan utamanya adalah mencetak gol.

“Saya ingin di bawah kepemimpinan saya, tidak ada lagi Kepala Desa atau ASN yang berurusan dengan hukum. Kuncinya adalah pahami aturan. Selain itu, kuasai lapangan, artinya ASN harus hadir untuk mengatasi masalah. Jika membuat kegiatan, buatlah kegiatan yang berdampak pada pengentasan masalah,” tegasnya.

Terakhir Bupati juga menambahkan, seorang pemimpin juga harus berani mengeksekusi dan mengambil resiko yang berdasarkan perhitungan.

“Bermain cantik memang penting. Tapi yang lebih penting lagi adalah mencetak gol sebagai orientasi hasil,” pungkasnya. (Abas)

Categories: Pemerintahan