Pemerintahan

Bupati Sumenep Wajibkan ASN Menggunakan Seragam Batik Tulis Produk Lokal

SUMENEP, eljabar.com – Guna mendongkrak dalam bidang ekonomi, Bupati Sumenep, Madura Jawa Timur, Achmad Fauzi, mewajibkan semua Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemkab setempat menggunakan seragam batik tulis produk lokal.

Sebab itu, para pengrajin batik tulis diimbau untuk membuat batik dengan motif tertentu yang berkrakter ciri khas kota keris ini. Hal itu nantinya akan dijadikan sebagai bahan seragam bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), di lingkungan kota yang berlambang kuda terbang ini.

“Kebijakan ASN memakai seragam batik produk lokal sebagai wujud perhatian Pemerintah Daerah, memulihkan perekonomian pengrajin batik yang lumpuh akibat wabah Covid-19,” Ungkap Bupati Sumenep Achmad Fauzi, Rabu (06/07/2022).

Bahkan lanjut Fauzi, pemerintah telah membuat Peraturan Bupati (Perbup) pakaian ASN seragam batik lokal, yang digunakan setiap Kamis dan Jumat, dengan menggunakan batik tulis modern dan batik tulis motif lama.

“Yang jelas, ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep sekitar 9000 orang, sehingga dengan kebutuhan ribuan batik itu berefek positif kepada UMKM utamanya pengrajin batik, karena batik ini merupakan murni batik tulis,” tambahnya.

Kebijakan ASN berseragam batik tulis lokal tidak hanya berdampak kepada pengrajin batik lokal saja, melainkan program itu juga memberikan dampak positif kepada penjahit.

“Pakaian batik tulis lokal targetnya selesai dikerjakan pada akhir tahun ini, sehingga pada 2023, seluruh ASN Pemkab Sumenep tidak memakai batik dari luar daerah apalagi batik printing,” tukasnya.

Diketahui, Bupati untuk mengetahui pengerjaan batik tulis seragam ASN meninjau langsung ke lokasi, di Desa Pakandangan Barat Kecamatan Bluto mulai proses awal pembuatan hingga akhirnya menjadi batik tulis. (ury)

Show More
Back to top button