Cegah Covid-19, Pengungsi Banjir di Cimanggung Jangan Berkelompok…!

SUMEDANG, eljabar.com — Banjir yang merendam wilayah Desa Sukadana, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat belum surut.

Hingga Selasa (31/3/2020) pukul 11.00 WIB, ketinggian air banjir yang merendam empat wilayah Rukun Warga (RW) di desa ini masih di atas 1 meter.

Camat Cimanggung Herry Harjadinata mengatakan, saat ini ratusan kepala keluarga masih mengungsi di tempat keluarganya yang lebih aman.

Herry menuturkan, untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19, pengungsi juga tidak dibiarkan berkelompok.

Pihak kecamatan, kata Herry, saat ini menyiapkan dapur umum untuk kebutuhan makan warga.

Karena perabotan rumah tangga untuk memasak milik warga tidak bisa digunakan karena terendam air banjir.

Makanan untuk warga, kata Herry, diantarkan ke tempat warga masing-masing untuk mencegah warga berkerumun.

“Kebutuhan paling urgent saat ini untuk warga adalah makanan. Makanannya kami antarkan langsung ke tempat warga. Kami tidak biarkan (Mereka) berkelompok. Petugas Puskesman juga siaga,” ujar Herry kepada eljabar melalui sambungan telepon, Selasa siang.

Herry menyebutkan, air masih belum surut dengan ketinggian mencapai 1 meter.

“Ketinggian air masih di atas pinggang orang dewasa, sekitar 1 meter. Tapi di sejumlah titik sudah ada yang surut hingga tinggal 20 centimeter,” tutur Herry.

Herry menuturkan, banjir terjadi akibat tingginya intensitas curah hujan yang terjadi sejak Senin sore hingga malam.

Biasanya, kata Herry, banjir surut dalam satu malam. Tapi, karena derasnya hujan Senin kemarin menyebabkan air sulit surut dan arus Sungai Cimande masih mengalir deras.

“Biasanya dalam satu malam air surut. Kami sudah koordinasi dengan pemerintah kabupaten untuk kebutuhan lainnya,” kata Herry.

Sementara itu, Kepala Desa Sukadana Dadang Supriatna  mengatakan, ketinggian banjir hingga pukul 12.00 WIB, masih mencapai 1 meter.

“Masih banjir, belum surut ini. Rata-rata masih di atas 1 meteran,” ujar Dadang kepada eljabar melalui sambungan telepon, Selasa siang.

Dadang menuturkan, banjir merendam empat RW di wilayah desanya.

Yaitu RW 01 dan RW 02 ada enam RT yang terendam banjir, dengan total 120 hingga 140 kepala keluarga.

Selanjutnya, banjir juga merendam tiga RT di RW 03 Dusun Bunter dan tiga RT di wilayah RW 04, dengan total 150 hingga 180 kepala keluarga.

“Ketinggian banjir di wilayah RW 03 dan RW 04 ini paling parah,” kata Dadang. (Abas)

Advertisement

Categories: Regional