Regional

Dari Bencana hingga Palestina, Ini 10 Rekomendasi Persis di Musykernas IV

BANDUNG, eljabar.com — Pimpinan Pusat (PP) Persatuan Islam (Persis) kembali menggelar Musyawarah Kerja Nasional (Musykernas) IV sebagai agenda tahunan organisasi. Kegiatan tersebut berlangsung di Yogyakarta pada 29–30 November lalu.

Musykernas diikuti oleh seluruh jajaran Pimpinan Pusat Persis, Badan Otonom seperti Persistri, Pemuda Persis, Pemudi Persis, HIMA Persis, HIMI Persis, IPP, IPPi Persis, serta Dewan dan Lembaga di lingkungan Persis. Hadir pula perwakilan PW Persis dari seluruh Indonesia dan PCI Mesir serta Arab Saudi.

Kegiatan yang digelar di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Seni Budaya Yogyakarta ini dibuka secara resmi oleh Ketua Umum PP Persis, Dr. KH. Jeje Zaenudin. Pada tahun ini, Musykernas mengangkat tema “Kemandirian Jam’iyyah untuk Kemaslahatan Umat dan Bangsa”, sebagai kelanjutan dari tema Musykernas III di Banten tahun 2024.

Musyawarah berlangsung khidmat dengan agenda utama berupa evaluasi program kerja tahun 2025, penyusunan rencana program kerja tahun 2026, serta penyampaian perkembangan jam’iyyah dari 23 provinsi dan PCI luar negeri.

Selain agenda internal, PP Persis juga mengeluarkan sikap resmi yang dituangkan dalam 10 rekomendasi. Berikut poin-poin penting rekomendasi tersebut:

  1. Persis menyampaikan keprihatinan mendalam atas bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan wilayah lain, serta mendoakan para korban.
  2. Instruksi kepada seluruh struktur jam’iyyah untuk menggalang bantuan kemanusiaan demi meringankan beban para korban bencana.
  3. Dorongan kepada pemerintah untuk menangani potensi bencana dari hulu melalui penegakan hukum terhadap pembabatan hutan, illegal logging, penyelewengan perizinan, dan penambangan liar.
  4. Imbauan kepada pejabat pemerintah untuk meningkatkan simpati dan empati kepada rakyat serta meninggalkan gaya hidup hedonis di tengah kondisi masyarakat yang masih banyak mengalami kesulitan.
  5. Apresiasi dan dukungan terhadap program pemerataan kesejahteraan, termasuk makan bergizi gratis, ketahanan pangan, koperasi desa, pembagian lahan sitaan, dan distribusi kapal untuk nelayan. Persis meminta pengawasan lebih ketat terhadap potensi penyelewengan.
  6. Penyambutan positif atas pembentukan Kementerian Haji dan Umrah, dengan harapan pengelolaan dana dan penyelenggaraan haji lebih profesional dan transparan, serta menutup celah penyelewengan.
  7. Apresiasi terhadap sikap tegas pemerintah Indonesia dalam membela Palestina, serta dorongan untuk tetap menolak normalisasi hubungan dengan Israel hingga Palestina merdeka.
  8. Seruan kepada negara-negara Islam melalui OKI untuk memperkuat solidaritas dan dukungan nyata terhadap rakyat Palestina dan menyelesaikan berbagai konflik di dunia Islam.
  9. Dorongan untuk memperkuat pendidikan berbasis adab dan karakter, termasuk pencegahan narkoba, kekerasan seksual, LGBT, dan berbagai perilaku menyimpang.
  10. Ajakan kepada seluruh keluarga besar Persis dan umat Islam untuk meningkatkan peran amar makruf nahi munkar, memperkuat ukhuwah, menghindari perpecahan, dan memberi keteladanan dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

“Rekomendasi ini menjadi sikap resmi Persis yang juga menjadi catatan penting bagi seluruh keluarga besar jam’iyyah di berbagai daerah,” pungkas KH. Jeje Zaenudin. ***

Show More
Back to top button