Dari Warga untuk Lingkungan, RW 09 Sukamiskin Dapat Perhatian Khusus Wali Kota Bandung

BANDUNG, eljabar.com — Upaya warga RW 09 Kelurahan Sukamiskin, Kecamatan Arcamanik, dalam mengelola sampah berbasis lingkungan mendapat perhatian khusus dari Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. Dalam kunjungannya, Farhan meninjau langsung praktik pengelolaan sampah yang telah dijalankan warga, bukan sekadar berdasarkan laporan tertulis.
Ketua RW 09 Sukamiskin, Dandan Sunardja, menyampaikan bahwa kunjungan Wali Kota Bandung menjadi momentum penting bagi warganya. Kehadiran orang nomor satu di Kota Bandung itu bertujuan memastikan kondisi di lapangan sesuai dengan laporan yang selama ini disampaikan.
“Beliau ingin melihat langsung kondisi dan situasi di RW 09. Jadi bukan hanya membaca laporan, tapi mengecek sendiri ke lapangan,” ujar Dandan, Rabu (07/01/2026).
Dandan menjelaskan, perjalanan RW 09 menuju kawasan ramah lingkungan telah dimulai sejak 2015 melalui sosialisasi intensif kepada warga. Upaya tersebut membuahkan hasil pada 2018, ketika RW 09 ditetapkan sebagai Kawasan Bebas Sampah (KBS) tingkat Kecamatan Arcamanik.
Sejak saat itu, warga secara konsisten melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik dari sumbernya. Sampah organik diolah melalui keranjang Takakura, yakni sistem komposting skala rumah tangga yang menghasilkan kompos untuk kebutuhan tanaman warga.
Selain itu, RW 09 juga mengembangkan biodigester sebagai inovasi pengolahan sampah organik. Melalui proses tersebut, sampah diubah menjadi gas yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan memasak, sekaligus menghasilkan cairan atau slurry yang digunakan sebagai pupuk tanaman.
“Selain menghasilkan gas, biodigester juga menghasilkan cairan yang bermanfaat untuk tanaman,” jelasnya.
Untuk pengelolaan di Tempat Penampungan Sementara (TPS), Dandan menyebut hanya sekitar 11 persen sampah residu yang masih harus dibuang. Sementara sampah organik dan anorganik telah tuntas dikelola di lingkungan RW.
Sampah anorganik dikelola melalui kerja sama dengan bank sampah, dengan melibatkan peran aktif ibu-ibu PKK dalam proses pemilahan.
“Kalau sudah terkumpul dan dipilah, bank sampah datang ke sini dan kita jual. Jadi hampir zero waste, kecuali residu,” ungkapnya.
Dari total produksi sampah sekitar 6,9 ton per bulan, hanya 11 persen yang masih berstatus residu dan dibuang ke TPS.
Sementara itu, Lurah Sukamiskin, Sofyan Ismail, menyebut RW 09 sebagai salah satu RW kebanggaan di wilayahnya. Menurutnya, capaian tersebut layak menjadi contoh bagi RW lain.
“RW 09 sudah mendapatkan penghargaan ProKlim Lestari. Pengolahan sampahnya juga hampir tuntas, tinggal 11 persen residu. Inovasinya lengkap, mulai dari Takakura hingga biodigester,” kata Sofyan.
Ia menambahkan, dari total 17 RW di Kelurahan Sukamiskin, saat ini terdapat dua RW yang telah berstatus Kawasan Bebas Sampah, salah satunya RW 09.
“RW 09 sudah masuk KBS. Jadi dari 17 RW, ada dua RW yang telah berstatus KBS,” pungkasnya. *red







