Ekonomi

Dikunjungi Anggota DPR, Ini Keluh Kesah Sang Perajin Gendang Asal Sumedang

Laporan : Kiki Andriana

SUMEDANG, eljabar.com — Anggota Komisi I DPR RI  (F-PDI Perjuangan), Denny Jaya Abriyani mengunjungi salah satu perajin alat musik tradisional jenis gendang, di Kp. Nyalindung, Desa Cimanggung, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (15/9/2018).

Pantauan kami di lokasi, saat dikunjungi politisi PDIP tersebut, produsen alat musik gendang tersebut menyampaikan langsung keluh kesahnya selama menjadi produsen gendang, salah satunya mengenai permasalahan peemodalan.

Sementara itu, Denny Jaya Abriyani mengatakan hari ini saya melihat produsen alat kesenian jenis gendang di Cimanggung,” Kalau kita lihat industri ini bersakala kecil yang mengatakan belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah, baik dari pemerintah kabupaten maupun pemerintah provinsi. Saya akan mencoba membawanya ke program program DPR atau juga bekerjasama dengan kementerian terkait mengenai pengembangan industri seperti perajin gendang ini dan memang sangat disayangkan bila produsen gendang ini tidak bisa dikembangkan.” kata Denny kepada sejumlah awak media saat ditemui di lokasi.

Foto diambi disaat angota komisi I DPR RI, Denny Jaya Abriyani bersama ketua paguyuban Sukma Sajati, Rusanto Joko Prasetyo mengunjungi tempat perajin alat musik tradisional, di Kp. Nyalindung, Desa Cimanggung, Kec. Cimanggung, Kabupaten Sumedang.
Foto diambi disaat angota komisi I DPR RI, Denny Jaya Abriyani bersama ketua paguyuban Sukma Sajati, Rusanto Joko Prasetyo mengunjungi tempat perajin alat musik tradisional, di Kp. Nyalindung, Desa Cimanggung, Kec. Cimanggung, Kabupaten Sumedang.

Menurut Denny, “Kita tidak terkesannya hanya memperhatikan senimannya saja, akan tetapi bagaimana industri industri yang terkait dengan kesenian itu sendiri, salah satunya yang saya datangi adalah perajin kendang ini, dan memang tadi saya sudah bicara dengan perjain gendang ini, permasalahan utamanya adalah modal, dengan harapan aspirasi dari perajin kendang ini akan saya bawa kepada program program pemerintah untuk pengembangan terhadap industri kecil ini, ” sebut Denny.

Ditambahkan Denny, Tadi kang Nanang mengatakan jika sampai saat ini pemasarannya masih baik. Namun dirinya hanya mendapatkan kendala dari permodalan saja, “Bila permodalannya terhambat bagaimana untuk mengembangkan pemasarannya, bagaimana menutupi permintaan konsumen, bagaimana bisa menjual hasil produksinya jika permodalannya pun masih belum terpenuhi,” kata dia.

Ditempat yang sama, Nanang (48) seorang perajin alat musik gendang asal Kp. Nyalindung, Desa Cimanggung, Kec. Cimanggung, Kab. Sumedang mengatakan yang saya butuhkan hanya peralatan saja, yang paling utama adalah mesin seperti gergaji, bebernya.

“Saya memakai mesin berukuran standar (8 PK) harga mesin tersebut seharga Rp. 12 Jt. Untuk memproduksi gendang itu idealnya ada empat mesin, soalnya biat ada cadangan. Jadi bila ada mesin yang rusak ada mesin penggantinya. Sekarang, lanjut Nanang, samapai saat ini saya hanya memiliki tiga mesin saja, seperti sekarang saja mesin yang satunya rusak,” katanya.

Ditambahkan dia, Selama ini saya belum mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah, baik pemda Sumedang maupun pemprov Jabar.

lanjut Nanang, ” Saya sudah empat tahun berkiprah menjadi produsen alat musik gendang. Awalnya saya terinspirasi karena ingin ikut melestarikan seni dan budaya ditambah kalau kesenian sekarang menggunakan gendang, seperti dangdut, jaipong, bahkan musik rock pun kini suka memakai kendang. Kalau pemasaran mah tidak sulit, namun yang sulit itu modal, modal untuk membeli bahannya,” cetusnya. (*)

Show More
Back to top button