Dilaunching Bupati Sumedang, e-Learning Permudah Proses Pembelajaran Secara Daring - El Jabar

Dilaunching Bupati Sumedang, e-Learning Permudah Proses Pembelajaran Secara Daring

SUMEDANG, eljabar.com — Bertempat di Sekolah Yappri Jalan Wado-Krisik KM 6, Rabu (15/07/2020), Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir melaunching aplikasi e-Learning hasil kreasi salah satu staf pengajar SMK Yappri Sumedang.

Kepala SMK Yappri Sumedang Yanto, S.Pd.I  merasa bersyukur bahwa SMK Yappri yang letaknya di ujung Timur Kabupaten Sumedang bisa dikunjungi oleh Bupati Sumedang.

“Alhamdulillah dua tahun terakhir, sejak pemerintah melakukan ujian nasional berbasis komputer tingkat SMP dan MTS, banyak sekolah yang mengikuti UNBK di sini karena kami sudah memiliki jaringan internet sehingga bisa melakukan ujian UNBK baik tingkat SMP dan SMK sederajat,” ucapnya.

Ia menambahkan, jumlah siswa untuk Tahun Pembelajaran 2020/2021 seluruhnya 233 orang meliputi 9 kelas, masing-masing tingkatan 3 kelas.

“Jurusan yang kami laksanakan TBSM atau Teknik Bisnis Sepeda Motor dan RPL atau Rekayasa Perangkat Lunak. Dimana jumlah total siswa 233 orang untuk tahun ajaran 2020/2021,” terangnya.

Ia juga menuturkan, dalam situasi Pandemi Covid-19 proses pembelajaran belum bisa secara bertatap muka.

“Pak Bupati telah menyampaikan surat edaran pembelajaran masih belajar di rumah sampai batas waktu yang tidak ditentukan,” tuturnya.

Selain sesuai dengan kebutuhan pembelajaran pada masa pandemi,  aplikasi e-Learning juga selaras dengan Visi Misi SMK Yappri.

“Secara ringkas visi sekolah itu adalah ATK. A- nya Agamis, T- nya Terampil, dan K- nya Kreatif. Dengan adanya aplikasi e-Learning ini suatu perwujudan dari indikator terampil dan kreatif,” ujarnya.

Ia menjelaskan, aplikasi e- Learning merupakan hasil karya dari tenaga pengajar di sekolahnya.

“Beliau bukan guru yang basik keilmuannya sarjana IT. Justru Sarjana Agama. Mudah-mudahan fitur- fitur yang ada di aplikasi ini dapat dipahami. Mohon saran dan masukannya demi kemajuan pendidikan di SMK Yappri umumnya di Kabupaten Sumedang,” jelasnya.

Bupati H. Dony Ahmad Munir mengapresiasi inovasi dari SMK Yappri meski jauh terpencil terletak di perbatasan Sumedang-Majalengka.

“Dengan adanya sekolah ini bisa mempermudah akses pendidikan. Berkaitan dengan Covid-19 SMK Yappri telah bisa beradaptasi dengan membuat aplikasi e- Learning dan mempermudah proses pembelajaran antara guru dan siswanya secara daring sehingga terkonsep dengan baik,” ucapnya.

Ia menjelaskan, sebuah proses berfikir kreatif dari seorang guru telah mampu membuat aplikasi yang mempermudah pembelajaran siswanya.

“Ada lompatan berpikir dalam era pandemi ini. Ada proses kreatif untuk bisa mewujudkan pembelajaran secara online dengan lebih terkonsep dengan baik dan mencerahkan,” ucapnya.

Bupati sangat menyambut baik inovasi tersebut dan berharap bisa dicontoh oleh sekolah-sekolah lainnya.

“e-Learning ini bisa dijadikan contoh benchmark dengan e-Learning yang lainnya. Mungkin di yang lain juga sudah ada yang buat tetapi belum terekspos. Yang terekspose ini bisa menjadi salah satu percontohan,” jelasnya.

Dengan demikian, akan didapatkan perbandingan untuk evaluasi sehingga lebih sempurna dengan menilai kelebihan dan kekurangannya.

“Ada kelebihannya bisa dicontoh. Ada kekurangannya, diperbaiki. Minimal ada dulu. Setelah ada, jadi rujukan untuk dikembangkan bersama- sama,” tegasnya.

Semetara itu, pencipta aplikasi e-Learning Amat, S.Ag dalam presentasinya mengatakan, latar belakang ia membuat e-Learning adalah pemberlakuan PSBB pada awal Mei Tahun 2020 oleh pemerintah, khususnya Kabupaten Sumedang sehingga aktivitas kegiatan termasuk proses pembelajaran dilakukan secara daring online.

“Semua sekolah khususnya kami di SMK Yappri Sumedang harus menyiapkan media pembelajaran secara online. Pada awalnya kami memberlakukan media pembelajaran online menggunakan platform google class room, namun fiturnya kurang cocok dirasa begitu rumit,” ucapnya.

Kemudian ia beserta guru- guru mengadakan rapat kembali untuk menentukan media apa yang cocok pembelajaran daring online ini.

“Akhirnya saya memutuskan untuk membuat aplikasi sederhana yang lebih spesifik,” ucapnya.

Ia mengakui bukan lulusan sarjana IT karena kuliah di UIN Sunan Gunung Djati Bandung jurusan Studi Agama yang kala itu adalah perbandingan agama. Namun ketika kuliah sangat menyukai bidang IT.

“Saya belajar bahasa pemograman secara otodidak dari Youtube dan Google. Ternyata belajar tidak harus tatap muka. Kalau ada niat dan keinginan yang tinggi, insyaallah kita bisa,” tukasnya. (Abas)

Categories: Pendidikan