Dinsos P3A Berperan Jadi Pionir dan Role Model Penerapan SAKIP Kabupaten Sumedang - El Jabar

Dinsos P3A Berperan Jadi Pionir dan Role Model Penerapan SAKIP Kabupaten Sumedang

SUMEDANG, eljabar.com — Sebagai perangkat daerah yang berkaitan langsung dengan pelayanan kepada masyarakat, Dinsos P3A diharapkan dapat menjadi pionir dan role model dalam penerapan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) di Kabupaten Sumedang.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Sumedang H. Erwan Setiawan pada saat memberikan Pembinaan SAKIP di Kantor Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A), Senin (16/11/2020).

Wabup mengatakan, Tahun 2017 nilai SAKIP Kabupaten Sumedang terendah di Jawa Barat yaitu menempati peringkat ke-27 dari 27 Kabupaten/Kota di Jawa Barat.

“Namun alhamdulillah Tahun 2019 SAKIP Kabupaten Sumedang menjadi peringkat ke-7 di Jawa Barat. Tentunya ini merupakan kerja sama kita semua dalam mengimplementasikan SAKIP di Kabupaten Sumedang,” imbuhnya.

Wabup menyebutkan, Kabupaten Sumedang oleh kabupaten lain menjadi percontohan terkait dalam penerapan e-SAKIP.

“Kabupaten lain sudah datang ke Sumedang untuk mengimplementasikan e-SAKIP, diantaranya Kabupaten Pangandaran, Ciamis dan Kuningan. Saya harapkan tahun 2022 nilai SAKIP kita harus berada di ranking pertama di Jawa Barat,” ujarnya.

Ditambahkan Wabup, dalam mengimplementasikan Perencanaan, Pengangaran, Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban harus lebih baik.

“Sesuaikan perencanaan dengan baik. Anggarkan sesuai dengan perencanaan.  Laksanakan yang sudah direncanakan sesuai dengan anggaran dan pertanggungjawaban dengan baik,” ungkapnya.

Wabup H Erwan Setiawan mengatakan, sebelum adanya Reformasi Birokrasi, pemerintah belum bersih, kurang  akuntabel dan berkinerja rendah, belum efektif dan efisien serta pelayanan publik masih buruk.

“Dengan adanya Reformasi Birokrasi, menjadikan Pemerintah yang bersih, akuntabel, dan  berkinerja  tinggi, efisien dan efektif serta pelayanan publik yang baik dan berkualitas,” tuturnya.

Dikatakan Wabup lebih lanjut, ada delapan area perubahan yaitu Manajemen Perubahan, Penataan Penguatan Organisasi, Penataan Tata Laksana, SDM ASN, Pengawasan, Akuntabilitas, Peraturan Perundang-undangan, dan Pelayanan Publik.

“Tentunya ini semua dapat berhasil apabila ASN memiliki prilaku dan mental yang kuat karena akuntabilitas kinerja adalah pembangkit reformasi birokrasi,” tuturnya.

Masih dikatakan Wabup, nilai SAKIP Dinsos P3A sudah mencapai nilai 77 dan  harus dipertahankan bahkan ditingkatkan.

“Saya harapkan nilai SAKIP Dinsos P3A ke depan terus ditingkatkan dan bisa lebih baik lagi. Dinsos P3A bisa menyumbang nilai paling tinggi  untuk nilai SAKIP Suumedang sehingga menjadi yang terbaik di Jawa Barat,” pungkasnya. (Abas)

Categories: Pemerintahan