Disdik “Bahlul” Melindungi Inisiator Pungli?

KAB. BANDUNG, eljabar.com — Tindakan Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Provinsi Jawa Barat yang dikepalai DR. H. Juhana, M.MPd terbilang “Bahlul”, bagaimana tidak, daripada menindak AS yang diduga inisiator pungutan liar (pungli) di SMP, disdik lebih memilih membekukan gugus SMP, SD dan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) kecamatan, tak pelak jadi pertanyaan banyak pihak.

Guru PNS/ASN yang tidak mau ditulis namanya menuturkan, “Membekukan gugus SMP sama dengan melarang keberadaan musyawarah guru mata pelajaran (MGMP), padahal MGMP itu jelas programnya. Ada hasilnya dan jika ada kegiatan disertai daftar hadir, dikasih uang transport serta ada surat perintah perjalanan dinas (SPPD) disertai surat tugas resmi. Rupanya Kadisdik lupa?,” imbuh sumber.

Sumber lain, Selasa (28/01/2020) kepada eljabar.com mengaku heran terhadap Bupati Bandung, Dadang M Naser, “Masa iya bawahannya, yakni mantan Kabid SMP diduga doyan pungli di SMP dibiarkan,” ujar sumber.

“Pembekuan gugus SMP, SD dan K3S kecamatan oleh disdik memperlihatkan kebodohan. pasalnya yang harus ditindak yakni pejabat nomor dua yaang diduga doyan pungli ke SMP,” tandas sumber. *A56

Advertisement

Categories: Hukum