Lewat Bupati Sumedang, Warga Minta PLN Tuntaskan Pembayaran Lahan

SUMEDANG, eljabar.com — Sebanyak 158 orang pemilik lahan di area Perusahaan Listrik Tenaga Air (PLTA) Jatigede yang merupakan warga Desa Karedok Kecamatan Jatigede Kabupaten Sumedang Jawa Barat (Jabar) bersama LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) meminta Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir untuk menyampaikan aspirasinya ke Perusahan Listrik Negara (PLN) agar segera menuntaskan pembayaran lahan warga yang belum dibayar.

Demikian disampaikan Ketua LSM GMBI Distrik Sumedang, Yudi Tahyudin Sunardja kepada wartawan di Gedung Negara (GN) Kab. Sumedang, Selasa (28/1/2020).

“Hingga kini, sisa lahan yang belum dibebaskan seluas sekitar 10 hektar atau senilai Rp 40 miliar milik warga karedok di Area PLTA Jatigede itu, sejak tahun 2014 belum selesai pembebasan lahannya oleh PLN,” ujar Yudi.

Olehsebab itu, Yudi berharap, peranserta Bupati Sumedang dalam memperjuangkan hak warganya dapat terealisasi secepatnya kendati, sebelumnya sebagian pemilik lahan di area PLTA Jatigede sudah dibayar oleh pihak PLN.

Sementara itu, Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir menyatakan, agar warga karedok bersama LSM GMBI dapat bersabar dengan menempuh beberapa upaya agar aspirasinya dapat segera selasai dengan melibatkan sejumlah pihak terkait.

“Audiensi dengan warga karedok yang terkena dampak pembangunan PLTA Jatigede ini sudah yang ke dua kalinya, sehingga kami harapkan setelah pertemuan ini, dapat disikapi serius oleh semua pihak terkait seperti, PLN, BPN, Pengadilan Negeri (PN) dan Instansi terkait lain,” terangnya.

Menurut Dony, ada dua alternatif yang dapat ditempuh oleh warga maupun GMBI dalam persoalan tersebut yakni, pertama, dengan upaya hukum dan cara kedua, melakukan musyawarah dengan instansi terkait. Namun, dirinya menyarankan agar persoalan tersebut sebaiknya menempuh musyawarah serta melakukan komunikasi dengan pihak bersangkutan.

“Silahkan bentuk tim kecil dengan melibatkan semua pihak terkait, mulai dari Pemkab Sumedang hingga PLN yang diharapkan, melalui tim ini persoalan pembebasan lahan warga karedok dapat segera dibayar oleh PLN,” tandasnya.

Ditempat yang sama, salahsatu warga Karedok, Yayat mengapresiasi positif adanya dukungan dari GMBI dan arahan Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir.

“Kami sangat kecewa, sebab sudah 5 tahun merasa dirugikan oleh PLN, namun hari ini melalui GMBI bersama Pemkab Sumedang akan memperjuangkan hak hak warga Karedok. Dan kami apresiasi positif langkah selanjutnya yang akan ditempuh oleh pihak terkait agar pembayaran pembebasan lahan terealisasi,” pungkasnya. (Abas)

Advertisement

Categories: Regional