“Ditutup Selama Pandemi, Besok Cinema 21 Jatos Dibuka Kembali” – El Jabar

“Ditutup Selama Pandemi, Besok Cinema 21 Jatos Dibuka Kembali”

JATINANGOR,eljabar.com – Setelah ditutup selama pandemi, Cinema 21 Jatos akhirnya dibuka setelah Sumedang dinyatakan level 3 dan menurunnya jumlah kasus terkonfirmasi Covid 19 di Sumedang. Pembukaan cinema 21 itu masih tetap menggunakan protokol kesehatan yang ketat dan harus menggunakan barcode pedulilindungi.

Kepala Dinas Pariwisata Budaya dan Olahraga Kabupaten Sumedang, Harri Tri Santosa mengatakan sesuai instruksi menteri dalam negeri (inmendagri) yang telah membuka pariwisata dibidang per film an. Tentunya langkah yang pertama adalah diberi izin dari asosiasi-asosiasi Kementrian Pariwisata dan pemda setempat.

Kemudian, nanti diberi barcode pedulilindungi, sehingga masyarakat yang mau menonton wajib terdata di aplikasi peduli lindungi. Kapasitas studio harus 50 persen dari kapasitas normal, dan protokol kesehatan yang ketat dijalankan. Seperti pengecekan suhu tubuh, memakai masker dan menjaga jarak tempat duduk di dalam studio.

“Dari situ harapannya juga pembelian tiketnya harus online. Nah penontonnya tidak lebih dari 50%, terus tidak ada makan di situ. Jadi hanya nonton saja itu barangkali. Dan setelah keluar nanti chat lagi dari pedulilindungi anak dibawah 12 tahun belum boleh masuk dan rencana besok dibuka,” kata Harri kepada wartawan melalui sambungan telepon, Rabu (15/9).

Sementara itu, Manager Cinema 21 Jatos, Irfan Rukmana mengatakan dari pihak manajemen sendiri menyambut baik rencana pembukaan cinema di Seluruh Indonesia. Khususnya, di Jatos. Bahkan, pihak manajemen sendiri khususnya Jatos sudah siap 100 persen untuk mempersiapkan protokol kesehatan yang ketat. Termasuk sudah menyediakan barcode pedulilindungi agar terdeteksi.

“Hari ini kita masih nunggu surat rekomendasi dari gugus tugas Covid 19 Kabupaten Sumedang dan Satpol PP. Jika sudah keluar surat rekomendasi, besok pun kami siap buka. Teknisnya pengunjung menunjukkan Barcode yang masuk ke sini, dan yang sudah centang hijau baru boleh masuk. Kuning sama merah hitam itu kita tidak memperbolehkan untuk masuk,” katanya.

Sementara untuk kapasitasnya kita hanya memperbolehkan 50 persen dari jumlah kapasitas studio. Kemudian, untuk anak di bawah 12 tahun tidak diperbolehkan masuk dulu.

“Kemudian, kami juga tidak menyediakan makan minum. Harapan kami mudah-mudahan semuanya bisa berjalan lancar dan dari pemerintah daerah juga mudah-mudahan ya diberikan izin. Karena jujur kami sudah lama tutup, kasian karyawan,” tandasnya(abas)

Categories: Regional