DKP3 Kota Sukabumi Membuka Pelatihan Bertajuk “Sekolah Lapang Agribisnis Hortikultura”

SUKABUMI,eljabar.com- Dalam upaya menarik minat kaum muda untuk menekuni pertanian, Pemkot Sukabumi, melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) setempat, membuka pelatihan yang dinamakan Sekolah Lapang Agribisnis Hortikultura. Kegiatan tersebvut di buka langsung oleh Penjabat (Pj) Wali Kota SUkabumi, Kusmana Hartadji, di Kawasan Agroeduwisata Cikundul. Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi.Selasa, (28/5/2024).
Pj Wali Kota Sukabumi, Kusmana Hartadji, mengatkan, bahwa saat ini sudah jarang anak muda yang ingin menjadi petani, sehingga didirnya mengapresiasi para peserta yang mengikuti kegiatan tersebut. Kusmana, juga menekankan pentingnya diversifikasi dalam bertani.
“Dalam hal bertani, kita memang mesti melakukan diversifikasi. Dan hal paling penting dalam bertani ini sikap konsisten kita dan optimalkan sikap sabar,”ujarnya.
Selain itu, kata Kusmana, pelatihan ini diharapkan bisa memberikan bekal pengetahuan kepada para peserta, karena sektor pertanian menghadapi tantangan yang cukup sulit kedepannya. Mislaakan, dengan adanya perubahan iklim, menurunnya luas lahan pertanian, serta menurunnya tingkat kesuburan tanah.
“Dengan keterlibatan kaum muda, diharapkan bisa memunculkan berbagai inovasi serta mengoptimalkan penggunaan teknologi dalam pertanian,”ucapnya.
Berdasarkan hasil survei BPS Kota Sukabumi, sambung Kusmana, usia petani milenial di kota Sukabumi ini hanya 14%. Oleh karena itu, Pemkot Sukabumi memberikan apresiasi pada kegiatan ini dan harus terus dikembangkan.
“Saya berharap kegiatan ini dapat meningkatkan minat generasi muda untuk menjadi petani dan mendorong pengembangan pertanian di Kota Sukabumi,” pungkasnya.
Sementara itu, Sekretaris DKP3 Kota Sukabumi, Sunaryo, dalam laporanya,mengungkapkajn, bahwa kegiatan Sekolah Lapang Agribisnis Hortikultura Budidaya Hidroponik ini diikuti oleh 40 peserta selama empat hari dengan materi yang diisi oleh kegiatan praktikum dengan porsi 60-40.
“Peserta dalam kegiatan ini adalah petani milenial berusia 17-40 tahun atau petani yang telah menerapkan teknologi dalam pertanian. Perekrutan peserta dilakukan secara daring,”pungkasnya.(anne)







