DPRD Jabar Harus Dengar Tuntutan Mahasiswa
Indra Prawira : DPRD Jabar harus janji sampaikan aspirasi ke DPR RI
BANDUNG, eljabar.com – Mahasiswa Indonesia masih terus melakukan aksinya, menuntut pembatalan sejumlah RUU yang kontroversial dan UU KPK yang sudah disyahkan DPR RI, tanggal 19 yang lalu.
Begitu juga ribuan mahasiswa Jawa Barat masih terus melakukan penolakannya, dengan aksi demo di sekitar gedung DPRD Jawa Barat.
Namun sampai hari kedua demo besar yang dilakukan mahasiswa, DPRD Jawa Barat masih belum menerima perwakilan mahasiswa.
Pengamat Politik Universitas Padjajaran, Indra Prawira, mendorong pihak DPRD Jabar untuk berjanji, menyampaikan secara resmi atas aspirasi yang diperjuangkan mahasiswa ke DPR RI.
“DPRD harus berjanji menyampaikan aspirasi mereka ke DPR,” ujar Indra Prawira, kepada elJabar.com, Selasa (24/09/2019).
Namun sepertinya sikap DPRD Jawa Barat, kecil kemungkinan secara formal menyampaikan hal tersebut ke DPR RI. Sehingga Indra Prawira menyayangkan apabila DPRD Jabar bersikap diam terhadap tuntutan mahasiswa.
“Itulah masalahnya. Masa hal yang semudah itu tidak bias dilakukan? Kalau saja mereka kemarin bersikap begitu, mungkin tidak perlu terjadi bentrokan,” tandasnya.
Namun bagaimanapun juga, aksi ribuan mahasiswa yang dilakukan oleh mahasiswa Indonesia di Jakarta dan sejumlah kota-kota lainnya, termasuk di Jawa barat, menurut Indra Prawira cukup berhasil, dengan ditundanya beberapa RUU. Meskipun untuk UU KPK sampai saat ini pemerintah tidak bergeming.
“Tapi UU KPK tampaknya sampai saat ini, pemerintah tidak bergeming. Saya pikir hanya karena gengsi,” sindir Indra.
Hal senada atas tuntutan mahasiswa yang dilakukan melalui aksinya, disampaikan aktivis 98, Yosep Bachtiar.
Yosep Bachtiar yang turut hadir menyaksikan aksi mahasiswa, menilai DPRD Jawa Barat tidak punya keberanian untuk melanjutkan tuntutan mahasiswa kepada DPR RI.
“Saya kira, DPRD Jabar tidak punya keberanian untuk menerima, bahkan menyampaikan tuntutan rekan-rekan mahasiswa ke DPR RI. UU disyahkan oleh DPR RI. Kenapa DPRD Jabar tidak berani menyampaikan itu ke pusat?” tegas Yosep bachtiar, kepada elJabar.com, Selasa (24/9).
Yosep Bachtiar sebagai aktivis 98 mendukung penuh gerakan yang dilakukan oleh mahasiswa, atas tuntutan pembatalan pengesahan revisi UU KPK dan sejumlah RUU yang dianggap tidak berpihak kepada rakyat.
“Saya mendukung penuh gerakan mahasiswa. Terus lanjutkan perjuangan ini, sampai tuntas,” ujar Yosep.
Sampai berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi dari Pimpinan DPRD Jabar. (MI)







