DPRD Jabar Tidak Sensitif 2,1 Milyar Rupiah Habiskan Untuk Hal Kurang Penting?
BANDUNG, eljabar.com — Ditengah perang pandemi Covid-19, DPRD Jawa Barat menyelenggarakan kegiatan sosialisasi empat Pilar kebangsaan, dengan anggaran Rp. 2, 125 Milyar. Atau 17 juta rupiah untuk setiap Anggota, dengan jumlah peserta sosialisasi 45 orang/Anggota Dewan.
Disisi lain, banyak anggaran yang dipangkas dan dialihkan untuk penanganan Covid-19, namun DPRD Jawa Barat, malah memaksakannya untuk menyelenggarakan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, yang dibalut dengan nama Citra Bhakti Parlemen, dari tanggal 24-25 Agustus 2020.
Ketua Beyond Anti Corruption (BAC), Dedi Haryadi, memandang kegiatan sosialisasi tersebut sebaiknya ditunda. Dan anggarannya sebaiknya dipakai untuk penanganan pencegahan penyebaran covid-19. Namun sayang, kegiatan sudah berlangsung.
“Iya, kegiatan sosialisasi itu tunda. Dan anggaran, ya direalokasikan untuk mencegah penyebaran Covid-19, seperti memperbanyak test swab. Dan mengatasi dampak wabah, seperti program pemulihan ekonomi daerah,” ujar Dedi Haryadi, kepada eljabar.com, Selasa (25/08/2020).
Sementara itu, menurut informasi yang didapat dari Sekretariat DPRD Jawa Barat, anggaran 17 juta/Anggota DPRD tersebut dipakai untuk sewa tempat, kursi, makan peserta dan media pendukung lainnya. Dan apabila ada sisa anggaran, tidak dikembalikan ke Kasda.
Sehingga kegiatan sosialisasi ini terkesan dipaksakan untuk menambah “uang saku” para Anggota Dewan, ditengah pandemic Covid-19.
Praktek tersebut menurut Dedi Haryadi, sudah menjadi rahasiah umum. Kemungkinan ada kepentingan Anggota Dewan untuk mencari tambahan “uang saku” dari kegiatan tersebut, sangat kental. Meskipun nilainya tidak seberapa, tapi kalau kegiatan serupa sering dilakukan, akan lebih bermanfaat lagi bagi kegiatan lain ditengah pandemic.
“Sudah jadi rahasia umum, bisa jadi ada kepentingan Anggota Dewan untuk mendapatkan/memperoleh uang saku dari sini. Meskipun itu legal, tapi ditengah krisis Covid-19 ini, menunjukan Anggota Dewan tidak sensitif, tidak memperhatikan skala prioritas,” pungkasnya.
Sementara itu, sejumlah Anggota DPRD Jabar yang dimintai tanggapannya seputar anggaran dan urgensinya kegiatan tersebut, sampai berita ini diturunkan, masih bungkam. (muis)







