Farhan: MTQ Jadi Sarana Membentuk Generasi Qurani dan Berkarakter

BANDUNG, eljabar.com — Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-49 Tingkat Kota Bandung resmi dibuka dengan diikuti 386 peserta dari 30 kecamatan. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi sarana pembinaan untuk melahirkan qari, qariah, hafiz, dan hafizah terbaik yang akan mewakili Kota Bandung di tingkat Provinsi Jawa Barat hingga nasional.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, MTQ bukan sekadar ajang perlombaan membaca Al-Qur’an, melainkan bagian dari upaya membangun karakter masyarakat sesuai visi Bandung Unggul, Terbuka, Amanah, Maju, dan Agamis (Bandung UTAMA).
Menurutnya, MTQ memiliki peran strategis dalam meningkatkan literasi Al-Qur’an sekaligus memperkuat pembinaan generasi Qurani di tengah masyarakat.
“MTQ harus menjadi ruang pembentukan karakter, bukan hanya mengejar prestasi, tetapi juga keberkahan dan pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Farhan saat membuka MTQ ke – 49 di Masjid Alun-alun Bandung, Minggu (21/06/2026).
Farhan juga menekankan pentingnya regenerasi qari dan qariah Kota Bandung agar mampu bersaing dan berprestasi hingga tingkat nasional maupun internasional.
Sementara itu, Ketua Panitia MTQ ke – 49 Kota Bandung, Sarifudin, melaporkan bahwa kegiatan tersebut diikuti 386 peserta yang berasal dari 30 kecamatan se-Kota Bandung.
Ia menjelaskan, MTQ berlangsung selama lima hari, mulai 21 hingga 25 Juni 2026, dengan dua lokasi utama pelaksanaan, yakni Masjid Agung Alun-alun Kota Bandung dan Masjid Agung Al-Ukhuwah Kota Bandung.
“MTQ ini bukan hanya kompetisi membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadi sarana pembinaan untuk melahirkan generasi Qurani yang memahami dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan,” ujarnya.
Sarifudin menambahkan, cabang-cabang perlombaan pada MTQ tahun ini disesuaikan dengan kondisi efisiensi anggaran. Meski demikian, substansi utama pembinaan tilawah, qiraat, dan hifzhil Qur’an tetap dipertahankan.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bandung, Muhammad Ali Abdul Latif, menyampaikan bahwa MTQ merupakan bagian dari syiar Islam untuk membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat.
Menurutnya, penyelenggaraan MTQ sejalan dengan program Kementerian Agama dalam memperkuat moderasi beragama, harmoni sosial, serta penguatan nilai-nilai keagamaan yang rahmatan lil ‘alamin.
“MTQ bukan hanya lomba membaca Al-Qur’an, tetapi gerakan membangun masyarakat yang berakhlak, moderat, dan berkemajuan,” katanya.
Ia menilai, kegiatan tersebut juga selaras dengan visi Bandung UTAMA dalam membentuk masyarakat yang religius, berkarakter, dan memiliki daya saing.
Melalui penyelenggaraan MTQ ke – 49, Pemerintah Kota Bandung berharap lahir qari, qariah, hafiz, dan hafizah terbaik yang mampu mengharumkan nama Kota Bandung di tingkat provinsi, nasional, hingga internasional, sekaligus memperkuat budaya Qurani di tengah kehidupan masyarakat. *red







