H. Dony Ahmad Munir Menjadi Keynote Speaker pada acara “Webinar Mendidik Generasi Terdidik yang Heroik” – El Jabar

H. Dony Ahmad Munir Menjadi Keynote Speaker pada acara “Webinar Mendidik Generasi Terdidik yang Heroik”

Sumedang, eljabar. Com — Jiwa kepahlawanan berupa sifat heroik, pantang menyerah dan ikhlas harus dimiliki oleh para penentu kebijakan dalam mewujudkan pendidikan yang ideal dan melahirkan generasi masa depan yang terdidik.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir saat menjadi Keynote Speaker pada acara “Webinar Mendidik Generasi Terdidik yang Heroik” yang diinisiasi oleh Paguyuban Dosen UPI Asal Sumedang (DUAS) dan diikuti oleh 500 partisipan secara virtual, Senin (15/11).

“Para penentu kebijakan dalam pendidikan, praktisi pendidikan, peserta didik dan masyarakat dituntut memiliki sifat dan jiwa heroik agar semua kendala dan hambatan dalam proses pendidikan dapat ditanggulangi dan diantisipasi dengan baik,” ucapnya.

Bupati menambahkan, para pimpinan harus memiliki kerangka logis dan desain kebijakan yang nantinya ditransformasikan menjadi platform digital dalam bentuk aplikasi.

“Tujuan bernegara adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan pemerintah harus menjadi alat untuk mewujudkan tujuan tersebut. Untuk itu, yang pertama dilakukan adalah membangun pondasi untuk memperkuat dalam membuat kebijakan. Kedua adanya budaya dan terakhir adalah teknologi, ” tuturnya.

Dalam membangun pendidikan, lanjutnya, kolaborasi 5 Pilar (Pentahelix) yaitu akademisi, usahawan, masyarakat, pemerintah dan media harus dilakukan.

“Sinergi Pentahelix merupakan kunci untuk mendorong kemajuan bangsa Indonesia yang berkualitas sehingga kolaborasi antar segala sektor sangat dibutuhkan untuk membangun pendidikan di masa depan,” tuturnya.

Dikatakan Bupati, pandemi Covid-19 yang berkepanjangan menjadikan proses pendidikan yang abnormal sehingga bisa menimbulkan dampak learning loss pada proses pendidikan.

“Kendati kondisinya sangat sulit, namun, praktisi dunia pendidikan harus bisa menghadapi tantangan tersebut dan tidak boleh berpasrah diri pada keadaan dengan mengubah pola dan sistem pembelajaran,” tegasnya.

Bupati juga mengapresiasi kepada DUAS yang telah menggelar webinar tersebut sebagai wahana berbagi ilmu pengetahuan dan meningkatkan partisipasi dalam mengamalkan nilai-nilai kepahlawanan dan memajukan pendidikan.

“Jadikanlah momentum ini untuk menggali semua potensi pendidikan secara maksimal dengan dilandasi jiwa kepahlawanan yang pantang menyerah dalam menghadapi situasi apapun sehingga semua tahapan dapat dilaksanakan secara optimal,” imbuhnya.

Sementara itu Drs Suhendra, M. Ed selaku panitia webinar mengatakan, “Webinar Mendidik Generasi Terdidik yang Heroik” merupakan bagian dari peringatan Hari Guru Nasional dan Hari Pahlawan.

“Tanggal 10 November merupakan Hari Pahlawan dan 25 November diperingati sebagai Hari Guru Nasional. Sangatlah tepat kita jadikan tema pada webinar ini sebagai bagian untuk mewujudkan pendidikan yang maju,” ungkapnya.

Masih dikatakan Suhendra, selain sebagai momentum untuk memperingati jasa-jasa pahlawan, peringatan tersebut juga tepat untuk membangkitkan semangat meneruskan sifat dan perjuangan para pahlawan.

“Kita harus menumbuhkembangkan sikap heroik dan pantang menyerah, terutama dalam menghadapi pandemi Covid-19 yang sampai sekarang belum juga berakhir. Ini menjadi momen yang tepat untuk membangun karaktek yang heroik, ” tutur Suhanda.

Suhendra juga mengajak kepada insan pendidikan untuk mewujudkan pendidikan bermutu dalam membangun karakter generasi yang heroik melalui aktivitas dan inovasi para pendidik.

“Sekarang saat yang tepat untuk memikirkan nasib pendidikan dan masa depan bangsa melalui langkah strategis dan terukur dengan dilandasi jiwa kepahlawanan,” ujarnya.

Hadir sebagai narasumber webinar antara lain Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia Prof Dr H Dinn Wahyudin, MA dengan materi “Semangat Kepahlawanan dalam Konteks Pendidikan Abad ke-21” dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang H Agus Wahidin, S.Pd, M.Si dengan materi “Pembelajaran Holistik- Integratif untuk memimalkan Defisit Kompetensi Peserta Didik “.(abas)

Categories: Regional