H. HERRY UKASAH (Anggota Fraksi Gerindra DPRD Jabar): “Pendidikan Politik Semakin Diperlukan”

ADIKARYA PARLEMEN

BANDUNG, elJabar.com – Terjun ke kancah politik, tentunya merupakan pilihan bagi orang-orang yang memiliki kepedulian terhadap kemajuan sebuah Negara.

Tidak ada profesi yang memiliki implikasi seluas politisi. Kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh politisi pasti berpengaruh, baik secara langsung maupun tidak langsung kepada seluruh rakyat atau warga negara.

Pada dasarnya, kebijakan politik bersifat sangat inklusif. Karena itu, jika kebijakan politik yang dibuat baik dan benar, maka akibat positifnya akan dirasakan oleh seluruh warga negara. Demikian pula jika sebaliknya.

Politik tidak bisa dihitung secara pasti berdasarkan matematis, sehingga membutuhkan kepiawaian dalam menghadapi setiap persoalan yang muncul. Karena yang dihadapi adalah pikiran manusia.

Tugas politisi yakni membangun dan mengeksekusi kebijakan politik. Dalam konteks sistem politik demokrasi, tentu penyelenggaranya sudah dibagi-bagi dalam poros-poros kekuasaan yang dalam disiplin ilmu politik disebut trias politica.

Politisi dalam makna yang sejati, dimata Anggota DPRD Fraksi Gerindra DPRD Jawa Barat, H. Herry Ukasah Sulaeman, yakni melakukan tugas-tugas yang menjadi prasyarat negara bisa ditata dengan baik.

“Tidak mudah memang, menjadi seorang politisi atau anggota legislative. Tapi ini sudah menjadi pilihan, ini sudah menjadi amanah rakyat. Kita harus berusaha semaksimal mungkin menjalankan amanah ini,” ujar Herry Ukasah, kepada eljabar.com.

Membiasakan diri dengan kedalaman berpikir, mendorong seorang politisi harus sering-sering melakukan perenungan mendalam, untuk mencari dan menemukan ide-ide baru yang memungkinkan untuk menata dan memperbaiki Negara.

Para pejabat di seluruh poros kekuasaan, terlebih legislatif dan juga eksekutif, sesungguhnya adalah representasi rakyat.

“Karena itu, legislative dan eksekutif harus hidup sebagaimana mayoritas rakyat yang memilihnya. Politisi dan menjadi legislative itu sebagai bentuk pengabdian,” ungkap Politisi Partai Gerindra, yang saat ini sudah periode kedua menjadi Anggota DPRD Jawa Barat.

Kapasitas politisi merupakan kapasitas yang memungkinkan untuk mengetahui lebih banyak terhadap berbagai perspektif yang kemungkinan tidak dimiliki oleh rakyat kebanyakan.

Sehingga menurut Herry Ukasah, politisi perlu mengajarkan kepada rakyat bagaimana sistem politik bekerja. Dengan begitu rakyat bisa menentukan pilihan dengan benar, dan tidak menjadi korban politik pada masa-masa berikutnya.

“Harus ada usaha keras dari politisi, sampai preferensi pemilih benar-benar berdasarkan keinginan untuk memperbaiki negara, bukan lagi uang recehan,” tandasnya.

Politisi merupakan para pejuang politik dalam mewujudkan keinginan rakyat. Namun, tidak semua keinginan rakyat boleh dipenuhi. Hanya keinginan-keinginan yang sesuai dengan nilai-nilai luhur yang diyakini saja yang harus diperjuangkan.

Sedangkan keinginan-keinginan yang bertentangan dengan nilai-nilai itu, tentunya harus dicegah. Sebab jika keinginan yang bertentangan itu diperturutkan, maka yang akan terjadi adalah kerusakan.

Politisi harus memiliki cara untuk menghindari keinginan buruk rakyat, tetapi tetap harus membuat mereka tidak memusuhi politisi. Sehingga agenda-agenda membangun kebijakan politik tidak mendapatkan perlawanan oleh rakyat sendiri.

“Memperjuangkan kebaikan bersama dengan dasar nilai-nilai kebenaran, menjadi kebijakan politik. Dalam konteks inilah sesungguhnya pendidikan politik nampak semakin diperlukan,” pungkasnya. (muis)

Advertisement

Categories: Politik