Hari Juang Kartika Berawal dari Peristiwa Palagan Ambarawa - El Jabar

Hari Juang Kartika Berawal dari Peristiwa Palagan Ambarawa

GARUT, eljabar.com — Hari Juang Kartika merupakan hari bersejarah bagi Korps TNI AD, dimana tepatnya pada tanggal 15 Desember 1945 silam telah terjadi pertempuran besar antara TKR (Tentara Keamanan Rakyat) sekarang TNI (Tentara Nasional Indonesia) di bawah pimpinan Kolonel Soedirman (kelak menjadi Jenderal Besar Soedirman) dengan menggunakan taktik “SUPIT URANG” melawan tentara sekutu NICA.

(Netherland Indie Civil Administration) Belanda &  Inggris dibawah pimpinan Brigadir Jenderal Betthel di daerah Ambarawa Jawa Tengah, dimana tentara sekutu NICA (Netherland Indie Civil Administration) Belanda dan Inggris mengalami kekalahan besar dan berhasil di pukul mundur oleh pasukan TKR (sekarang TNI), peristiwa besar tersebut terkenal dengan sebutan Palagan Ambarawa dengan demikian untuk memperingati peristiwan bersejarah tersebut dibuatlah sebuah monumen PALAGAN AMBARAWA, kemudian bagi TNI AD sendiri peristiwa besar tersebut diperingati sebagai HARI JUANG KARTIKA.

Hari Juang Kartika Berawal dari Peristiwa Palagan Ambarawa 2Satuan Yonif Para Raider 330 Kostrad merupakan satuan tempur pemukul TNI AD, dengan semangat Hari Juang Kartika TA. 2020 satuan ini melaksanakan berbagai kegiatan sosial antara lain pada hari Senin tanggal 15 Desember 2020 pukul 08.00 wib s.d selesai, melaksanakan kegiatan sosial Donor Darah bekerjasama dengan PMI Cab. Kab. Garut, dengan kekuatan prajurit sekitar 50 orang dibawah pimpinan Serka Ari Saputra, mengingat pada saat ini masih masa pandemi Covid 19, maka kegiatan Donor Darah tersebut dilaksanakan sesuai prosedur kesehatan yaitu dengan memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

Deden Kustadi selaku Kepala PMI Cab. Kab. Garut menyampaikan, “Kegiatan sosial donor darah yang dilaksanakan prajurit Yonif Para Raider 330 Kostrad sangatlah bernilai positif, dikarenakan  selain melaksanakan perintah sebagai prajurit TNI AD, ada sisi nilai kemanusiaannya, dimana para prajurit dengan sukarela dan ikhlas mendonorkan dan menyumbangkan darahnya untuk kemanusiaan (sosial), sehingga dapan menjadikan ladang amal dan ibadah,” jelasnya.

Selama pelaksanaan kegiatan dapat berjalan dengan aman dan lancar tertib. (Abas)

Categories: TNI / POLRI