Hari Ke-8 PSBB Tahap III: Waspada, Jumlah ODR di Sumedang Kembali Naik - El Jabar

Hari Ke-8 PSBB Tahap III: Waspada, Jumlah ODR di Sumedang Kembali Naik

SUMEDANG, eljabar.com – Drs. Asep tatang (Kabag Humas dan Protokol), juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sumedang menyampaikan, perkembangan terkait situasi dan kondisi penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sumedang, pada hari ini Rabu, 27 Mei 2020 Pukul 16.00 WIB masih perlu lebih diwaspadai.

Asep menjelaskan jumlah pasien Positif Covid-19  secara lengkap sebagai berikut, Berdasarkan uji Polymerease Chain Reaction / SWAB, terdapat pasien positif sebanyak 9 orang, yang terdiri dari : Kecamatan Jatinangor 2 orang, Cimanggung 1 orang, Buahdua 1 orang, Ujungjaya 2 orang, Tomo 1 orang, Ganeas 1 orang dan Tanjungsari 1 Orang. Dari total 12 orang pasien terkonfirmasi positif SWAB.sebanyak 3 orang telah selesai dan dinyatakan sembuh yaitu dari Kecamatan Darmaraja, Jatinangor dan Sumedang Selatan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan Rapid Test, dinyatakan Reaktif Rapid Test sebanyak 5 orang, dimana kategori Reaktif Rapid Test ini dipilah menjadi ODP Reaktif dan PDP Reaktif, dengan data sebagai berikut : ODP Reaktif Rapid Test yaitu Reaktif Rapid Test tapi tidak bergejala, jumlahnya sebanyak 2 orang, dari Kecamatan Paseh dan Kecamatan Wado. PDP Reaktif Rapid Test yaitu Reaktif Rapid Test dengan gejala klinis pneumonia atau comorbid penyakit tertentu, sebanyak 3 orang, dari Kecamatan Cisitu.

Jumlah total Reaktif Rapid Test sebanyak 67 orang, 59 orang dinyatakan selesai dan 3 orang meninggal. Perlu diketahui dan dipahami bersama, bahwa hasil Rapid Test Reaktif belum tentu positif terpapar covid 19, untuk membuktikannya harus dilanjutkan dengan uji Polymerase Chain Reaction / SW AB. Serta perlu kami sampaikan pula kepada seluruh warga masyarakat kabupaten sumedang, bahwa pasien yang meninggal dengan status Reaktif Rapid Test, walaupun belum tentu positif covid-19 namun pemulasaraannya dilaksanakan menggunakan standar protokol pemulasaraan pasien covid 19, dengan tujuan untuk melindungi masyarakat terpapar covid 19 bila ternyata jenazah yang bersangkutan positif covid 19.

Orang Dalam Pemantauan (ODP) adalah orang yang memiliki riwayat perjalanan dari wilayah yang terkonfirmasi terjangkit Covid-19 dan memiliki gejala demam atau ISPA tanpa pneumonia, jumlahnya seba nyak 21 orang, dinyatakan selesai menjalani masa pemantauan 941 orang, sehingga jumlah total sebanyak 962 orang.

Secara umum total Orang Dalam Pemantauan (ODP) Reaktif dan Non Reaktif adalah sebanyak 23 orang.

Orang Tanpa Gejala (OTG) adalah orang yang tidak memiliki gejala, tetapi pernah kontak erat dengan orang yang positif Covid-19, jumlahnya sebanyak 129 orang.

Rapid Test yang telah dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan sampai dengan tanggal 27 Mei 2020 adalah Selesai Rapid Test 3.124 orang dan Selesai Rapid Test ulang 85 orang.

Sementara itu, hasil Rapid Test yang dilaksanakan secara masif dari tanggal 28 April 2020 sampai dengan 27 Mei 2020 dilakukan terhadap 1.531 orang dengan hasil sebanyak 1.502 orang negatif dan 29 orang reaktif.

Rafid Test yang telah dilaksanakan oleh RSUD sampai dengan tanggal 27 Mei 2020 adalah sebanyak 1.520 orang dan selesai rafid test ulang sebanyak 82 orang

Orang Dalam Risiko (ODR) adalah orang yang memiliki riwayat perjalanan dari wilayah yang terkonfirmasi terjangkit Covid-19, tetapi tidak memiliki gejala apapun, jumlahnya sampai dengan tanggal 27 Mei 2020 sebanyak 4.512 orang, jumlah ini mengalami kenaikan sebanyak 36 orang dari hari sebelumnya yang berjumlah 4.476 orang.

Hari ini Rabu, 27 Mei 2020 merupakan hari kedelapan pelaksanaan PSBB Tahap ke III di Kabupaten Sumedang yang akan berlangsung sampai dengan tanggal 29 Mei 2020, hal ini dilakukan sebagai upaya untuk melindungi masyarakat Kabupaten Sumedang dari Pandemi Covid 19. Kami harapkan Masyarakat Kabupaten Sumedang dapat bekerja sama untuk mematuhi segala peraturan yang telah ditetapkan dalam pemberlakuan PSBB Tahap III di Kabupaten Sumedang.

Berkaitan dengan hal tersebut, untuk mengendalikan, mengatur dan membatasi pergerakan orang, serta mendeteksi kemungkinan orang terpapar covid 19, baik di dalam wilayah Kabupaten Sumedang maupun yang keluar masuk Kabupaten Sumedang, telah dibentuk Posko Check Point A dan Check Point Gabungan yang merupakan gabungan dari Check Point B dan C dan difokuskan di perbatasan.

Adapun data 26 Mei 2020 sampai dengan pukul 15.00 WIB dapat kami laporkan sebagai berikut :

  1. Chek point A; Kendaraan diberhentikan : 51 Kendaraan, Kendaraan Putar Balik : 63 Kendaraan, Jumlah Pelanggaran : 44 Pelanggaran
  2. Chek Point Perbatasan (Chek Point C); Kendaraan diberhentikan : 18.338 Kendaraan, Kendaraan Putar Balik : 818Kendaraan, Jumlah Pelanggaran : 473Pelanggaran

Pasca Hari Raya Idul Fitri, masih banyak sejumlah titik sangat berpotensi menjadi lokasi rawan penyebaran covid 19, diantaranya pasar, terminal dan tempat-tempat ibadah, untuk itu Masyarakat Kabupaten Sumedang diminta agar selalu waspada dan tetap disiplin menjalankan Physical Distancing, menggunakan masker setiap bepergian keluar rumah dan sering mencuci tangan pakai sabun.

Masyarakat Sumedang harus lebih berhati-hati dan waspada akan bahaya penyebaran Covid-19 di pusat perniagaan. Sebab penyebaran virus sangat mudah karena droplet bisa menempel di permukaan benda yang ada di pusat perniagaan, tempat ibadah dan tempat lainnya yang dalam keseharian sering kita sentuh.

Perlu kiranya semua mafhum, bahwa selama vaksin dan obat Covid-19 belum ditemukan dan pengetesan belum maksimal, maka pembatasan sosial secara proporsional masih berjalan sesuai dengan sistem tingkat kewaspadaan/levelling masing-masing kabupaten/kota yang telah disusun oleh Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat.

Memasuki tatanan kehidupan normal baru (new normal), Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang akan tetap fokus selain pada pemulihan ekonomi, juga penanganan kesehatan dan keselamatan jiwa.

Kunci keberhasilan tatanan normal baru adalah disiplin dan taat pada protokol kesehatan seperti selalu memakai masker, cuci tangan pakai sabun dan jaga jarak minimal 1 meter, juga tidak berkerumun selama wabah covid masih ada. Upaya ini harus dilakukan untuk menghindari gelombang kedua umumnya di Jawa Barat khususnya Sumedang.

Demikian, Siaran Pers Perkembangan Penyebaran Virus Corona di Kabupaten Sumedang pada hari Rabu tanggal 27 Mei 2020, kepada seluruh warga masyarakat Kabupaten Sumedang diimbau agar tetap tenang dan waspada serta jangan panik dalam menghadapi situasi ini. Semoga Allah Subhanahu WaTa’ala selalu meridhoi segala upaya yang kita laksanakan. (Abas)

Categories: Pemerintahan