Kritisi Gubernur, Dendon Pastikan Warga Sumedang Terdampak Corona Dapatkan Bantuan - El Jabar

Kritisi Gubernur, Dendon Pastikan Warga Sumedang Terdampak Corona Dapatkan Bantuan

SUMEDANG, eljabar.com – Dalam upaya memastikan tidak ada warga yang tidak terdata untuk mendapatkan bantuan terdampak Covid-19, Anggota Komisi III dan IV DPRD Kabupaten Sumedang mengecek data ke RW 13 dan 14 Desa Cipacing Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Rabu (27/05/2020).

Deden Doni, Anggota Komisi III didampingi Cecep Lukman Hakim, Anggota Komisi IV DPRD Sumedang mengatakan, pengecekan data bantuan Covid-19 itu bertujuan agar masyarakat membutuhkan yang tidak terdata dapat diusulkan melalui anggaran post yang lain. Sebab, banyak laporan masyarakat bantuan itu tidak tepat sasaran bahkan ada warga kurang mampu yang tidak terdata.

“Penerima bantuan itu hasil dari data BPS tiga sampai lima tahun ke belakang. Sementara pengurus RT/RW setempat disuruh mendata lagi. Ironisnya yang keluar itu justru data yang lama dari BPS, kan yang jadi bulan-bulanan warga adalah pengurus RT RW,” kata Deden Doni.

Deden yang tak lain politikus Gerindra ini mengkritisi juga statemen Gubernur Jabar Ridwan Kamil yang terlalu cepat mengumumkan di medsos padahal teknisnya belum ada.

“Seperti, Ridwan Kamil mengatakan di medsos jangan sampai warga Jabar kelaparan dan warga diluar KTP Jabar pun, apabila tinggal di Jabar, harus mendapatkan bantuan Covid-19,” tegas Deden didampingi Cecep.

“Nah ini yang jadi blunder, apakah Pemprov Jabar tidak mendata ada berapa juta jiwa warga Jabar. Meskipun tidak semuanya terpapar corona, tapi semuanya warga terkena dampak. Lalu, apakah anggaranya ada untuk mengcover seluruh warga Jabar,” katanya.

Termasuk, teknis dilapangan penerapan PSBB dirasa belum maksimal karena masih banyak warga yang keluar rumah dan mal supermarket buka. Namun, masyarakat juga tidak bisa tinggal diam karena terbentur ekonomi mencari uang. Sehingga keluar rumah tidak bisa dielakan.

Dendon, sapaan akrabnya menambahkan, kenapa di Cipacing menjadi prioritas kunjungannya, karena Jatinangor ini masuk Bandung Raya, Cipacing berbatasan dengan kabupaten lain. Bandung Raya zona merah, jadi Cipacing sangat rentan terpapar corona. Selebihnya, jumlah penduduk Desa Cipacing lebih besar dari jumlah desa lain.

“Alhamdulillah tidak ada yang terpapar dan tidak ada warga yang bermasalah dalam bantuan Covid-19. Tidak ada warga yang mempermasalahkan bantuan baik dari Kabupaten provinsi, dana desa dan Kemensos,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua RW 13 Yayat Ruhiyat mengatakan, upaya memutus rantai penyebaran virus Covid 19 di Lingkungannya, pihak RW sudah melakukan upaya penyemprotan disinfektan, bantuan masker dan penyediaan hand sanitizer.

“Sejak diberlakukannya PSBB penyemprotan disinfektan sering dilakukan bersama tokoh pemuda, Gugun Gunawan. Kami juga mengimbau warga untuk tidak mudik dan bepergian selama pandemi,” katanya. (Abas)

Categories: Regional