Hari Kedua PSBB, Pemkab Sumedang Keluarkan Surat Edaran Pencegahan Covid-19 di Bulan Ramadhan - El Jabar

Hari Kedua PSBB, Pemkab Sumedang Keluarkan Surat Edaran Pencegahan Covid-19 di Bulan Ramadhan

SUMEDANG, eljabar.com — Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sumedang dalam kesempatan ini diwakili oleh Dr. Iwa Kuswaeri, Kadiskipas Kabupaten Sumedang dalam siaran persnya menyampaikan, terkait situasi dan kondisi penyebaran Covid-19 pada tanggal 23 April 2020, Alhamdulillah 1 orang pasien positif Covid-19 atau pasien 02 asal Kecamatan Darmaraja telah dinyatakan sembuh dan saat ini akan diisolasi mandiri di rumah tempat tinggalnya.

Tentu situasi ini membuat kita turut bergembira dan memupuk motivasi dan optimisme untuk kita dalam melawan corona. Namun demikian, sampai dengan Kamis, 23 April 2020 Pukul 16.00 WIB di Kabupaten Sumedang masih perlu diwaspadai.

Adapun perkembangan lengkapnya adalah sebagai berikut : – Positif Covid-19 berdasarkan Polymerase Chain Reaction (SWAB) : 3 orang dari total 4 orang terkonfirmasi dimana 1 orang diantaranya telah selesai/sembuh; PDP : 12 orang dari total 44 PDP yang 32 diantaranya telah pulang/selesai/sembuh; ODP : 86 orang dari total 835 ODP dimana 749 orang diantaranya telah selesai menjalani masa pemantauan; ODR : 6.458 orang dari hari sebelumnya yang berjumlah 7.225 orang; OTG : 21 orang (hari sebelumnya 36 orang).

ODR yang sebelumnya beristilah ODP Berisiko atas konsolidasi data para pemudik yang dikoordinasikan oleh aparatur wilayah (Camat dan Kepala Desa/Lurah), dibanding hasil kemarin, saat ini berdasarkan data tanggal 23 April 2020, hingga Pukul 15.00 WIB jumlah ODR mengalami penurunan disbanding hari sebelumnya yaitu sebanyak 767 orang.

Penurunan jumlah ODR yang signifikan terjadi di Kecamatan Pamulihan, Rancakalong dan Tanjungmedar. Sementara kenaikan jumlah ODR masih terjadi di Kecamatan Sumedang Selatan dan Wado.

Hasil Rapid Test sampai dengan tanggal 23 April 2020 adalah sebagai berikut : a. Selesai Rapid Test : 1.634 orang; b. Selesai Rapid Tes ulang : 85 orang. Terhadap semua ODP yang telah melakukan Rapid Test tetap diminta untuk melakukan isolasi secara mandiri di rumahnya masing-masing dan akan dilakukan Rapid Test ulang 10 hari kemudian.

Dalam rangka optimalisasi pencegahan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sumedang khususnya pada bulan Ramadan dan Idulfitri 1441 Hijriah, Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang telah menerbitkan Surat Edaran Bupati Sumedang tanggal 20 April Nomor 451.13/2370/Kesra Tentang Pelaksanaan Ibadah Ramadan dan Idulfitri 1441 Hijriah di Tengah Pandemi Covid-19.

Adapun isi dari edaran dimaksud diantaranya adalah :

1) Ibadah pada bulan Ramadan harus dijadikan momentum emas untuk mempercepat penanganan wabah Covid-19 khususnya di Kabupaten Sumedang;

2) Seluruh warga masyarakat muslim Kabupaten Sumedang diwajibkan menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan dengan baik berdasarkan ketentuan fikih ibadah;

3) Sahur dan buka puasa dilaksanakan di rumah masing-masing, sahur on the road maupun buka puasa bersama yang dilaksanakan oleh lembaga pemerintah, lembaga swasta maupun masjid/mushala ditiadakan;

4) Shalat Tarawih dan tilawah atau tadarus Al Qur’an dilakukan di rumah masing-masing serta tidak melakukan I’tikaf di masjid/mushala pada 10 (sepuluh) malam terakhir bulan Ramadan;

5) Peringatan Nuzulul Qur’an dalam bentuk tabligh dengan menghadirkan penceramah dan massa dalam jumlah besar ditiadakan;

6) Pelaksanaan shalat Idulfitri yang lazimnya dilaksanakan secara berjamaah baik di masjid atau di lapangan ditiadakan;

7) Agar tidak melakukan kegiatan :

  1. Shalat Tarawih Keliling (Tarling);
  2. Takbiran Keliling, kegiatan takbiran agar cukup dilakukan di masjid/mushala dengan menggunakan pengeras suara;
  3. Pesantren Kilat kecuali melalui media eletronik.

8) Kepada seluruh ASN dan warga masyarakat Kabupaten Sumedang untuk tidak mudik, pelaksanaan silaturahmi atau halalbihalal ketika hari raya Idulfitri tidak dilakukan secara langsung dan dapat dilakukan melalui media sosial;

9) Pelaksanaan pengumpulan dan pendistribusian zakat fitrah dan/atau Zakat, Infak dan Sedekah (ZIS) :

  1. Pelaksanaan pengumpulan dan pendistribusian zakat fitrah dan ZIS agar memperhatikan protokol kesehatan;
  2. Harga beras untuk standar Zakat Fitrah di Kabupaten Sumedang Tahun 1441 Hijriah/2020 Masehi adalah sebesar Rp 12.000,- (dua belas ribu rupiah) per kilogram;
  3. Pembayaran Zakat Fitrah untuk setiap jiwa bila diganti dengan uang ditetapkan sebesar 2,5 Kg beras x Rp 12.000 = Rp 30.000,- (tiga puluh ribu rupiah);
  4. Mengimbau kepada umat muslim di Kabupaten Sumedang agar dapat membayarkan zakat profesi/mal sebelum puasa Ramadan, sehingga dapat terdistribusi kepada mustahik lebih cepat;
  5. BAZNas Kabupaten Sumedang dan seluruh UPZ di Kabupaten Sumedang sebisa mungkin meminimalkan pengumpulan zakat melalui kontak fisik langsung;
  6. Pendistribusian zakat fitrah dan ZIS tidak dilakukan melalui penukaran kupon dan pengumpulan penerima zakat, namun melakukan penyaluran dengan memberikan langsung kepada mustahik;

Edaran ini dapat diabaikan bila telah ada edaran dan pernyataan resmi Pemerintah Pusat untuk seluruh wilayah, atau Pemerintah Daerah menyatakan keadaan telah aman dari Covid-19.

  1. Pada pelaksanaan hari kedua Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Sumedang, khususnya di pasar sebagai daerah publik masih ditemukan banyaknya warga yang tidak menggunakan masker dan tidak mengikuti protokol kesehatan Covid-19.

Sampai dengan saat ini, pasar yang merupakan salah satu tempat bagi warga berbelanja guna memenuhi kebutuhan pokok pasti ramai oleh warga, dan sampai dengan saat ini mayoritas aktivitas di pasar masih menggunakan pola konvensional dengan berbelanja secara manual karena memang tidak semua pembeli maupun penjual dapat dan biasa melakukan transaksi secara online.

Dengan kondisi demikian, maka khusus bagi para penjual di pasar diimbau serta diarahkan untuk menggunakan face shield dan masker, dan jika tidak memiliki masker, maka petugas pasar dapat memberinya secara gratis.

Pengetatan penjagaan pasar juga harus lebih dioptimalkan, baik oleh apparat kecamatan, aparat keamanan dan Hiwapa serta Diskopindag dengan dibantu oleh Relawan.

Selain itu, petugas pasar juga harus memberikan edukasi kepada para penjual dan pembeli di pasar yang dilakukan dengan ramah, untuk melakukan tahap protokol kesehatan Covid-19, dan bagi penjual di pasar dianjurkan hanya melayani warga yang memakai masker sebagai bagian dari edukasi terhadap warga yang berbelanja secara manual. Selain itu, bagi warga maupun para penjual di pasar, pada pintu masuk dan keluar pasar kita menyediakan torn air bersih dan tempat cuci tangan yang dijaga petugas, dimana ketika penjual atau warga yang berbelanja hendak mencuci tangan agar melakukan antri secara berjarak.

Setelah aktivitas di pasar berhenti, maka sekitar wilayah pasar juga akan disemprot menggunakan disinfektan, dengan catatan penyemprotan disinfektan tidak boleh terkena barang makanan atau air bersih.

Untuk itu, Bupati Sumedang memerintahkan kepada divisi terkait dalam Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Sumedang agar segera merealisasikan hal tersebut.

Selanjutnya, besok tanggal 24 April 2020 adalah hari dimana akan diberlakukannya larangan mudik dari Pemerintah Pusat. Dengan begitu tentu kita khususnya para petugas jaga pada pos pemeriksaan di tiap check point terutama di check point C yaitu Check Point pengawasan Moda Transportasi yang digunakan pergerakan orang dan barang di wilayah perbatasan, harus lebih memperketat penjagaannya guna mengantisipasi lonjakan mudik ke Sumedang pada hari ini dan besok.

Demikian, selamat menjalankan ibadah puasa Ramadan 1441 Hijriah bagi yang menjalankannya, kepada segenap warga masyarakat Kabupaten Sumedang agar senantiasa berdoa kepada Tuhan YME memohon terhindar dari segala marabahaya dan wabah virus yang tengah menjangkit dunia ini segera berakhir, Aamiin YRA. (Abas)

Categories: Pemerintahan