Jubir Nia-Usman: Warga Kab. Bandung Jangan Termakan Isu-isu yang Menyesatkan - El Jabar

Jubir Nia-Usman: Warga Kab. Bandung Jangan Termakan Isu-isu yang Menyesatkan

KAB. BANDUNG, eljabar.com — Dadang Rusdiana, Juru bicara (jubir) pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Bandung Nomor urut 1 menanggapi pernyataan Kesatuan Aksi Masyarakat dan Mahasiswa Jawa Barat (KAMJB) yang meminta Bawaslu untuk mendiskualifikasi Nia-Usman di Pilkada Kabupaten Bandung.

Menurut Kang Darus sapaan akrab Dadang Rusdiana, permintaan untuk mendiskualifikasi Nia-Usman terlalu mengada-ada. Dan mereka tidak mengantongi dasar hukumnya.

“Diskualifikasi itu dapat dilakukan terhadap calon petahana yang memanfaatkan jabatan dan fasilitas untuk memenangkan dirinya,” kata Kang Darus, Kamis, 3 Desember 2020.

Menurutnya, Nia-Usman bukanlah seorang petahana. Apalagi kita pastikan jika Nia-Usman juga tak pernah melakukan politik uang.

“Jadi tudingan melakukan politik uang atau pelanggaran lainnya itu mengada-ada. Sebetulnya ini lagi-lagi bentuk kepanikan dari kubu lawan dengan memanfaatkan situasi sekarang ini,” ucapnya.

Terlebih, lanjut Kang Darus, diskualifikasi bisa dilakukan jika memang tebrukti adanya politik uang yang dilakukan secara terstruktur, massif, dan sistematis (TSM).

“Jangankan yang TSM, yang tidak TSM saja tidak pernah kami lakukan,” ujarnya.

Kang Darus pun menanggapi laporan mengenai sejumlah BPD dan tokoh masyarakat di Cikancung yang dituduh telah mendapat uang untuk dibagikan ke masyarakat agar memenangkan Nia-Usman.

Menurutnya, masalah tersebut sebetulnya sudah terselesaikan. Fakta yang didapat, uang yang dipamerkan dengan cara diabadikan kamera ponsel tersebut adalah uang hasil jual beli tanah salah seorang tokoh di Cikancung.

“Itu hanya keisengan. Tidak ada sangkut-pautnya dengan politik uang di Pilkada. Masa yang seperti itu langsung dituduh sebagai praktik politik uang,” katanya.

Kang Darus meminta agar masyarakat di Kabupaten Bandung yang telah siap menyambut pesta demokrasi untuk tidak termakan isu-isu atau pernyataan yang menyesatkan.

Kang Darus berharap masyarakat tetap berpegang teguh dengan hati nurani untuk memilih calon pemimpin yang dianggap layak dan berpengalaman mengelola Kabupaten Bandung lima tahun kedepan. ***

Categories: Politik