Jumlah Penerima Bantuan JPS Covid-19 APBD Sumedang Bertambah - El Jabar

Jumlah Penerima Bantuan JPS Covid-19 APBD Sumedang Bertambah

SUMEDANG, eljabar.com — Data penerima Bantuan Sosial (Bansos) tahap kedua di Kabupaten Sumedang mengalami penambahan. Hal ini disebabkan oleh warga yang terdampak Pandemi Covid-19 juga meningkat setelah banyak warga yang kehilangan lapangan pekerjaan.

Hal itu disampaikan oleh Bupati Sumedang Dr. H. Dony Ahmad Munir saat memberikan bantuan secara simbolis kepada tiga orang penerima bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Covid-19 APBD Kabupaten Sumedang Tahap ke-2 di Kelurahan Kota Kaler Kecamatan Sumedang Utara, Selasa (14/07/2020).

“Data yang menerima JPS ini dinamis karena Covid-19 ini belum selesai sehingga setiap saat ada lagi yang nambah. Ada yang kehilangan pekerjaan, PHK baru dan sebagainya. Pasti itu dinamis. Masuk lagi (data),” ujar bupati.

Dikatakan, adanya penambahan jumlah penerima Bansos tahap kedua diantaranya terjadi di Kelurahan Kota Kaler dengan jumlah mencapai ratusan penerima.

“Dalam penyaluran Bansos tahap kedua ini kami terus melakukan validasi data bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK),” ujarnya.

Bupati juga mengatakan, untuk penerima Bansos Tahap Kedua dari APBD Kabupaten Sumedang  jumlahnya sekitar 8.000 penerima karena warga yang sebelumnya mendapat Bansos dari Kabupaten Sumedang dialihkan menjadi penerima Bansos dari Provinsi Jawa Barat.

“Yang sebelumnya itu 15 ribu KK karena sebagian kita alihkan (ke bantuan) dari  provinsi mengingat jatah kita dari provinsi bertambah. Karena bertambah, kita validasi lagi, dicek lagi akhirnya sekarang dapat 8000 KK lebih,dari Data ini dinamis karena pandemi Covid-19 belum selesai,” ucapnya.

Terakhir Bupati mengatakan, guna mengantisipasi adanya data yang dobel, pihaknya akan terus melakukan validasi dan verifikasi data. Sebab, dengan adanya penambahan data penerima Bansos dikhawatirkan terjadi  data ganda (dobel).

“Ini salah satu ikhtiar kami sehingga tidak ada lagi penerima yang dubel dapat bagian. Ini akan tetap kami monitor bagi semua yang dapat kemarin dari dana desa, kabupaten, provinsi hingga pusat,” tukasnya. (Abas)

Categories: Pemerintahan