Keberadaan Tempat Isolasi Terpusat Di Tingkat Desa Belum Dimanfaatkan Secara Optimal. | El Jabar

Keberadaan Tempat Isolasi Terpusat di Tingkat Desa Belum Dimanfaatkan Secara Optimal.

Sumedang, eljabar. Com — Keberadaan tempat isolasi terpusat di tingkat desa belum dimanfaatkan secara optimal. Hal itu berdasarkan pemantauan yang dilakukan Forkopimda ke beberapa desa dalam rangka monitoring PPKM beberapa waktu lalu.

Demikian disampaikan unsur Forkopimda dalam Rapat Online Evaluasi PPKM dengan Forkopimda, Senin malam (12/7), di hadapan Bupati Dony Ahmad Munir selaku Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Kabupaten Sumedang.

“Berdasarkan laporan dari Forkopimda yang turun langsung ke kecamatan dan desa, hampir semua desa memiliki tempat Isoman terpusat, namun tidak optimal,” katanya.

Ia menambahkan, kondisi tempat Isoman terpusat pun berbeda-beda dan masih banyak kekurangan.

“Ada yang masih berupa ruangan saja, belum dilengkapi tempat tidur. Ada yang kamar mandinya belum terpisah. Bahkan ada yang belum menyiapkan sama sekali,” ucapnya.

Bupati juga melaporkan, dari semua tempat Isoman di desa yang dimonitor tidak ada satupun yang sudah diisi padahal ada warganya yang menjalani isolasi mandiri.

“Tempat isolasi terpusat tingkat desa tidak ada yang ngisi karena warga lebih memilih Isoman di rumah daripada di desa,” ujarnya.

Oleh karena itu, Bupati meminta agar tempat isolasi di desa dibuat senyaman mungkin dan benar-benar representatif sehingga warga mau diisolasi di sana.

“Rata-rata tempat Isoman di desa hanya sekedar ada dan masih belum memadai sehingga warga pun enggan,” ujarnya.

Bupati juga meminta kepada Satgas di desa agar bisa mengarahkan warga yang terpapar bisa Isoman di tempat yang sudah disiapkan.

“Mohon apabila ada warga yang terpapar agar bisa dipusatkan di tempat isolasi di desa,” tuturnya.

Menurut Bupati, selama warga menjalani Isoman di rumah dikhawatirkan terjadi transmisi penyakit karena tidak disiplin dalam menjalankan Prokes dan tidak terpantau perkembangannya.

“Kalau di desa kan ada petugas yang standby menangani jadi terpantau terus perkembangannya. Begitu juga dalam penerapan Prokesnya pasti terawasi langsung,” ucapnya.

Ia tidak mengharapkan ada kasus baru dari klaster keluarga yang sedang menjalani Isoman di rumah atau bahkan meninggal dunia di rumah ketika Isoman.

“Saya minta perangkat desa bersama bidan desa mengawasi terus perkembangan warga yang sedang Isoman. Perhatikan kebutuhan hariannya juga kedisiplinannya,” ucapnya.(abas)

Categories: Regional