Kecepatan Vaksinasi Covid-19 di Jawa Barat Merupakan Tertinggi Dari Rata-Rata Nasional. – El Jabar

Kecepatan Vaksinasi Covid-19 di Jawa Barat Merupakan Tertinggi Dari Rata-Rata Nasional.

Sumedang,eljabar.com — Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Setiawan Wangsaatmaja dalam laporannya pada Rapat Komite Kebijakan Penanganan Covid 19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Provinsi Jawa Barat melalui Video Conference, Selasa (14/9).

Rapat yang dipimpin oleh Gubernur Jawa Barat tersebut diikuti oleh Forkopimda Jawa Barat serta para kepala daerah se-Jawa Barat, termasuk Kabupaten Sumedang oleh Wakil Bupati H. Erwan Setiawan.

Dikatakan Sekda Jabar, dibandingkan dengan provinsi-provinsi lainnya, kemampuan kecepatan rata-rata vaksinasi Jawa Barat adalah yang tertinggi.

“Kecepatan vaksinasi rata-rata di Jawa Barat per 12 September 2021 yaitu sebesar 268. 697 dosis per hari. Kita masih berharap menjangkau kecepatan
vaksinasi ideal yakni 528. 350 per hari¬† jika target pada 31 desember 2021 ingin tercapai,” imbuhnya.

Ia menambahkan, total distribusi vaksin yang sudah disampaikan ke Jawa Barat sebanyak 23.624.556 dosis yang jika dihitung mampu untuk 11, 812 juta orang sasaran.

“Realisasinya saat ini sudah 80,19 persen dari total distribusi. Dan warga yang sudah divaksin berdasarkan KTP Jawa Barat sebanyak 13, 497 juta untuk dosis pertama. Juga terdapat 1,368 juta warga Jawa Barat yang di vaksin di luar wilayah Jawa Barat,” tuturnya.

Terkait dengan aplikasi “Peduli Lindungi”, menurutnya aplikasi tersebut harus terus didorong kepada beberapa pelaku misalnya perdagangan, transformasi, pariwisata, perkantoran, pabrik, keagamaan, dan pendidikan.

“Initnya, Peduli Lindungi adalah salah satu instrumen untuk kita melakukan pencegahan manakala ada seseorang yang positif maka akan mudah kita lacak lalu di isolasi,” ujarnya.

Sekda Jabar pun mengatakan, berdasarkan Imendagri Nomor 42 tahun 2021 saat ini
di Jawa Barat ada 14 Kabupaten/Kota  yang berada pada level 3, salah satunya Kabupaten Sumedang.

“Untuk mempercepat perkembangan pemulihan ekonomi daerah, strategi yang dilakukan adalah sesegera mungkin melakukan pelonggaran aktivitas ekonomi dan sosial dengan strategi utamanya melakukan vaksinasi bagi kelompok-kelompok usaha,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengimbau kepada para kepala daerah agar memperhatikan data yang ada di daerahnya.

“Para kepala daerah agar memperbaiki dan memperhatikan data, karena ini akan menjadi sumber dinamika. Jangan sampai nanti jika pusat sudah mengumumkan, kita baru bereaksi,” ucapnya.

Menurut Gubernur, vaksinasi merupakan tantangan perang berikutnya di masa pandemi.

“Kita masih terus berjibaku dengan target-target, maka bidan-bidan yang mempunyai tempat praktik harus diarahkan untuk melakukan target vaksinasi juga,” ujarnya.

Gubernur juga mengatakan, pariwisata sudah mulai diperbolehkan, namun tidak sampai seratus persen.

“Saya melihat ada pelonggaran yang dimanfaatkan dan kurangnya penegakan. Saya khawatir masyarakat menerjemahkan kembali ke seratus persen.
Bukannya tidak boleh, namun seratus persennya yang belum boleh. Kita tunggu sampai nanti vaksin dianggap memadai,” pungkasnya.(abas)

Categories: Regional