Kembangkan Sektor Pariwisata, Pemkab Sumedang Praktik Kerja Lapangan ke Yogyakarta

YOGYAKARTA, eljabar.com — Desa Wisata Pentingsari merupakan salah satu desa wisata yang ada di Kabupaten Sleman Yogyakarta. Pentingsari berbentuk seperti semenanjung dimana sebelah Barat terdapat lembah yang sangat curam yaitu Kali Kuning dan sebelah Selatan terdapat lembah berupa gua bernama Goa Ledok atau Ponteng dan Gondoran sebelah Timur terdapat lembah yang curam yaitu Kali Pawon dan sebelah Utara merupakan dataran sebagai pemukiman warga sekitar dan hamparan luas dari pemandangan gunung Merapi.

Pentingsari yang terdiri dari dua Dusun yaitu Bonorejo dan Pentingsari ditetapkan sebagai Desa Wisata pada tanggal 15 Mei 2008 dan selalu didatangi pengunjung baik yang mau berwisata atau studi banding.

Seperti yang terjadi pada hariJumat, 20 Desember 2019, berlangsung Praktik Kerja Lapangan Workshop Tata Kelola Wisata Pedesaan dan Pengelolaan Homestay dalam rangka Pengembangan Desa Wisata Kabupaten Sumedang.

Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Hari Tri Santosa dalam laporannya mengatakan, jumlah peserta workshop sebanyak 40 orang yang terdiri dari kepala desa dan perangkat desa.

“Para peserta dari wilayah Jatigede Desa Jemah dan Desa Cijeungjing. Sedangkan Kecamatan Darmaraja Desa Karang Pakuan, Desa Paku Alam, dan Desa Sukaratu,” ujarnya.

Dikatakan, sebelumnya pelaksanaan workshop dilaksanakan di Sumedang selama dua hari (Rabu-Kamis, 18-19 Desember 2019) diisi materi dari praktisi wisata dan dari perguruan tinggi.

“Sedangkan sekarang waktunya untuk orientasi lapangan. Besar harapannya datang ke sini untuk ATM. Yaitu Amati, Tiru dan Modifikasi, untuk diaplikasikan di daeah masing- masing di Kabupaten Sumedang,” harapnya.

Ia menjelaskan, di Sumedang sendiri sudah ada homestay yang sedang terus dikembangkan yakni di Cisema.

“Kita bisa melihat bagaimana pelayanan homestay di sini.Tugas kami Dinas Pariwisata adalah bagaimana menjual Sumedang, baik potensi wisata alamnya maupun potensi wisata budayanya,” ucapnya.

Ia menjelaskan, sebelum produk pariwisata dijual, dibenahi dahulu baik itu amenitasnya, aksesibilitasnya, maupun atraksinya.

“Perlu dipahami oleh rekan- rekan pelaku wisata di daerah akan pentingnya kerja sama yang baik untuk mewujudkannya. Terus tata kebersihan, fasilitas parkir, mushola dan fasilitas lainnya, terutama keramahan warganya,” ungkapnya.

Kadis menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan lima desa di wilayah Jatigede untuk dijadikan desa wisata ke depan.

“Ke depannya kita harapkan Sumedang dan Jatigede khususnya bisa melebihi dari Yogyakarta,” pungkasnya.

Wabup H Erwan Setiawan yang turut hadir dalam arahannya berharap agar kunjungan ke Desa Wisata Pentingsari memberikan efek positif dan bisa dipraktikkan di Sumedang.

“Saya melihat di Sumedang mempunyai kelebihan dari beberapa daerah lainnya sebagaimana yang dikatakan Pa Doto sebagai pengelola di Pentingsari. Ia mengatakan bahwa di Sumedang terutama daerah Jatigede sangat berpontensi,” tuturnya.

Wabup berharap Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata Jatigede pada Tahun 2020 sudah mulai digarap termasuk pemetaannya.

“Setelah KEK Jatigede selesai, akan ada pelatihan- pelatihan kepada masyarakat bagaimana cara mengelola homestay yang baik,” tuturnya.

Dikatakan Wabup, maksud kunjungan tersebut adalah mengetahui pengelolaan homestay yang baik sehingga dapat mendatangkan wisatawan sebanyak-banyaknya baik itu domestik maupun mancanegara.

“Ini saja sampai bulan Juni 2020 sudah full booking. Padahal hanya menjual suasana alam. Kita di Sumedang suasana apapun ada dan tersedia,” ujarnya.

Wabup berharap kegiatan tersebut dapat memberikan pembelajaran dan betul- betul dicerna oleh para peserta untuk dijadikan pelajaran untuk mengembangkan pariwisata di Kabupaten Sumedang.

“Saya berharap sepulang dari kunjungan ini, paling lama seminggu sudah ada laporan dari hasil kunjungan kerja disini.Mana saja nanti desa-desa yang ada di Kabupaten Sumedang yang akan dijadikan homestay seperti di daerah Desa Pentingsari ini,” harapnya.

Ia menerangkan, hampir di tiap daerah di Sumedang mempunyai tempat daya tarik wisata dan cocok dijadikan destinasi wisata.

“Kita harus bersyukur bahwa Kementrian Pariwisata pada waktu itu masih dipimpin Pak Arif Yahya sudah mencanangkan Sumedang sebagai Kota Pariwisata Indonesia. Jangan sampai apa yang disampaikan Kementrian Pariwisata hanya sebatas penyampaian saja, tetapi harus betul-betul ditangkap sebagai peluang,” tuturnya.

Sementara itu, Pengelola Desa Wisata Pentingsari, Doto Yogantoro mengatakan, Pentingsari dibangun kurang lebih dua belas tahun yang lalu dengan diinisiasi Pak Rajim dan kawan-kawan yang berkeinginan ada perubahan di desanya menjadi lebih baik lagi.

“Perubahannya dengan mempercantik desa dengan dasar kreatifitas. Ternyata apresiasi itu tidak datang begitu saja dan tidak mudah. Satu tahun dibentuk pada 2008 tidak ada tamu yang datang. Pada 2009 awal kami baru dikenal dan 2010 kami pasang target, namun ada erupsi gunung Merapi. Kami bangkit di 2011,” katanya.

Ia menerangkan, tamu yang datang dari awal hanya 500 orang pertahun dan sekarang sudah mencapai 25 ribu orang per tahun.

“Untuk ukuran destinasi itu kecil, tapi untuk ukuran sebuah dusun itu luar biasa,” ungkapnya.

ia menjelaskan, desa yang berdaya saing di Kabupaten Sleman hanya ada dua yang artinya desa yang mandiri.

“Kita berjalan sendiri, pemerintah membantu desa yang lain. Bahkan kami membatu desa-desa yang baru merintis,” ucapnya.

Ia mengungkapkan, produk Desa Wisata Pentingsari adalah homestay yang hanya berawal dari lima rumah.

“Sekarang sudah hampir 70% rumah yang ada disini menjadi homestay. Kami bagi adil semua homestay terisi disini dan pendapatan nya rata- rata sama. Silakan Bapak tanya kepada pemilik homestay,” tegasnya. (Abas)

Advertisement

Categories: Pemerintahan