Kerusakan Minor Jembatan Gantung Mbah Buto Harus Ditangani – El Jabar

Kerusakan Minor Jembatan Gantung Mbah Buto Harus Ditangani

JOMBANG, eljabar.com — Kerusakan minor jembatan gantung Mbah Buto yang diharapkan dapat mendongkrak potensi wisata Dam Mbah Buto yang terletak di Dusun Brang Wetan, Desa Penggaron, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, belum dilakukan perbaikan.

Penelusuran eljabar.com pada hari Senin (16/08/2021) menemukan kerusakan minor jembatan sepanjang 60 meter yang menghubungkan Desa Ngrimbi dengan Desa Penggaron, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang tersebut, diantaranya keretakan pada pasangan batu di bagian jembatan dan sejumlah patok pengarah lentur yang terlepas.

Sejumlah kalangan menilai kerusakan tersebut tidak boleh dibiarkan. Pasalnya, penyedia akan dikenai sanksi administratif apabila tidak melaksanakan kontrak, tidak menyelesaikan pekerjaan, atau tidak melaksanakan kewajiban dalam masa pemeliharaan.

“Dalam pengadaan barang/jasa pemerintah ada aturan main yang harus dipatuhi oleh para pihak, baik pengguna maupun penyedia,” kata Mohis, Ketua Umum Jaringan Masyarakat Mandiri, Jum’at (20/08/2021).

Bunyi ketentuan tersebut tertuang dalam 73 ayat (3) huruf a Perpres Nomor 12 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

Menanggapi hal ini, PPKK 1.7 Provinsi Jawa Timur David Rachmat Prabowo mengatakan bahwa kerusakan tersebut menjadi tanggung jawab penyedia jasa.

“Itu masih dalam masa pemeliharaan, nanti dibetulkan sama penyedia jasanya,” tegas David melalui aplikasi pesan, Rabu (18/08/2021).

Dilansir laman lpse.go.id, pembangunan jembatan gantung kali Regoyo cs dimenangkan oleh PT. Dwi Mulyo Lestari yang berlamat di jalan Pesanggrahan Umbul, Dolopo, Kabupaten Madiun.

Perusahaan itu memenangkan lelang pembangunan jembatan gantung kali Regoyo cs senilai Rp. 17,18 miliar, setara dengan 68,61 persen dari harga perkiraan sendiri (HPS). (wn/an)

 

Categories: Regional