Kinerja BAKD dan Disdik Kabupaten Bandung “ABS”….?

KAB. BANDUNG, eljabar.com – Kinerja Badan Bina Administrasi Keuangan Daerah (BKAD) yang dipimpin H. Diar Irwana dan Kepala Dinas Dinas (Kadisdik) Kabupaten Bandung, DR. H. Juhana, M.MPd terindikasi asal babe senang (ABS) bukan tanpa alasan.

Pasalnya hingga Rabu, 18 Maret 2020 hasil mapping (pemetaan, red) terkait Perbup No. 6 tahun 2020 terkait transaksi non tunai (TNT) yang dikeluhkan Kepala SDN, diduga tidak disampaikan kepada Bupati Bandung Dadang M. Naser. Tak pelak puluhan kepala SDN di Kabupaten Bandung takut mengambil dana BOS di bank.

“Kepala SDN Nagreg tidak mengambil uang BOS di bank. Pasalnya harus TNT dan takut salah, sehingga tunggakan utang ke pihak ketiga belum bisa dibayar,” tutur sumber di Kecamatan Nagreg.

Sumber lain mengatakan, “Diduga gara-gara Perbup No. 6/2020 oknum kepala SDN di Kecamatan Majalaya, Paseh, Kertasari, Pacet, Ciparay, Solokan Jeruk, dan Arjasari enggan membayar utang ke pihak ketiga,” beber sumber yang berinisial NN.

Sebelumnya sumber di Kecamatan Cikancung menjelaskan, “Gara-gara Perbup No. 6/2020 Kepala SDN Cikancung belum mengambil BOS, karena harus TNT tidaklah mengherankan, imbuh sumber, utang kepada pihak ketiga belum dibayar.

Kepala SDN yang tidak mau ditulis namanya, Rabu (18/03/2020) menuturkan, Permendikbud No. 8/2020 tentang petunjuk teknis BOS reguler tujuannya bagus, namun dikalahkan oleh Perbup Bandung No. 6/2020. Sehingga kepala SDN dan SMPN jadi ribet, pasalnya belanja kepentingan sekolah harus TNT. Antara lain, fotocopy nilainya Rp. 100.000 dan transport siswa yang hendak mengikuti lomba harus TNT…?

*A56

Advertisement

Categories: Pendidikan