HUT Ke-18, GMBI Konsisten Perjuangkan Masyarakat Mendapatkan Keadilan

SUMEDANG, eljabar.com — Menginjak usia ke-18, LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) terus mengoptimalkan perjuangannya dalam menyerukan hak-hak masyarakat yang terdzolimi, tertindas agar mendapatkan keadilan.

“Melalui peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) LSM GMBI ke-18 ini dengan malaksanakan Do’a Bersama, diharapkan seluruh pengurus dan Ketua KSM se-Kab. Sumedang untuk terus berkiprah dalan menjaga marwah GMBI agar lebih baik lagi kedepannya,” ujar Ketua LSM GMBI Distrik Sumedang, Yudi Tahyudin Sunardja kepada wartawan di Seretariat LSM GMBI Desa Haurkuning Kecamatan Paseh Kab. Sumedang Jawa Barat (Jabar), Rabu (18/3/2020).

Menurut Yudi, Kegiatan Do’a Bersama merupakan rangkaian peringatan HUT LSM GMBI ke-18, sebab setiap tahunnya ada tiga tanggal sakral yang masih tetap di hormati oleh segenap LSM GMBI yakni, tanggal 8, 18 dan 28 Maret.

“Setiap tanggal itu, akan dilaksanakan berbagai kegiatan dalam rangka hari lahir GMBI,” katanya.

Perlu diketahui, sambung Yudi, kiprah GMBI di Kabupaten Sumedang berawal sejak tahun 2006 yang pertamakali di nahkodai oleh Kang Toto hingga tahun 2008. Selanjutnya, pada tahun 2009 lalu, LSM GMBI di pimpin oleh Kang Toni Tarsono sampai tahun 2015.

“Dan sejak 2015 lalu, hingga kini Saya dipercaya sebagai Ketua LSM GMBI Distrik Sumedang. Sehingga, kiprah GMBI di Sumedang sudah berjalan 14 tahun,” katanya.

Yudi mengatakan, meskipun perjalanan LSM GMBI dari tahun ketahun diwarnai dengan berbagai tantangan dan rintangan, namun GMBI terus berupaya seoptimal mungkin dapat melaluinya dengan penuh tanggungjawab dan profesional sebagaimana telah tertuang dalam AD/ART LSM GMBI.

“Kendati masih ada kekurangan dan keterbatasan saat menginjak usia ke-18 ini, sejatinya GMBI semakin dewasa serta menjadi lebih baik lagi kedepannya dengan tetap menjunjung tinggi syariat Islam,” ucapnya.

Yudi menjelaskan, seiring dengan bertambah usia GMBI ada sebuah kalimat penting yang juga pemantik semangat bagi setiap anggotanya yakni, “Satu Komando” dan diharapkan harus dilaksanakan bagi semua anggota GMBI sebagai tanda fatsun terhadap Ketua Umum. Disisi lain, GMBI pun terus memupuk kebersamaan dan kedisiplinan sehingga terwujud anggota GMBI yang menghayati serta memahami aturan berorganisasi.

“Kiprah GMBI dewasa ini, banyak hal hal positif yang telah dinilai baik oleh sejumlah pihak di Sumedang terkait tupoksi GMBI dalam menyuarakan hak hak masyarakat. Mengingat GMBI Distrik Sumedang sekarang pun tengah melakukan pendampingan proses pembebasan sisa lahan milik sebagian masyarakat yang terkena dampak pembangunan PLTA Jatigede. Selain itu, GMBI juga turut serta memperjuangkan keadilan bagi pekerja di J.O Sinohydro,” terangnya.

Olehkarena itu, imbuh Yudi, melalui momentum HUT GMBI ke-18, dirinya mengimbau anggotanya untuk terus memaksimalkan komunikasi dan kerjasama, baik di internal maupun eksternal.

“Baju GMBI tak sekedar baju biasa namun ada sebuah pertanggungjawaban yang harus diperhitungkan oleh setiap anggotanya. Dirgahayu ke-18, GMBI sampai mati berbakti untuk mengabdi,” tandasnya. (Abas)

Advertisement

Categories: Kronik