Kodam III/Siliwangi Buka Rekrutmen TNI AD Gelombang 1 TA 2027, Animo Bintara 9.000 dan Tamtama 18.000
Bersih, Transparan, Akuntabel dan Tidak Dipungut Biaya

BANDUNG, eljabar.com — Kodam III/Siliwangi membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengikuti penerimaan prajurit TNI Angkatan Darat Gelombang 1 Tahun Anggaran 2027. Proses pendaftaran dijadwalkan mulai 1 Oktober 2026 hingga 13 Januari 2027.
Rekrutmen tersebut diperuntukkan bagi calon Bintara dan Tamtama TNI AD. Kodam III/Siliwangi menyebut penerimaan kali ini menjadi salah satu rekrutmen dengan animo yang cukup besar, seiring kebutuhan pemenuhan personel untuk pembentukan sejumlah Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) di berbagai wilayah.
Asisten Personalia (Aspers) Kasdam III/Siliwangi Kolonel Inf. Noppy Laksana Armyanto mengatakan, pendaftaran dapat dilakukan melalui dua mekanisme, yakni secara daring maupun melalui jalur pendataan di satuan kewilayahan.
“Rekrutmen ini dilaksanakan pada akhir Tahun Anggaran 2026 karena alokasinya memang cukup banyak yang akan kita terima. Prajurit yang akan kita lakukan werfing atau rekrutmen ini meliputi Bintara dan Tamtama,” ujar Noppy dalam keterangannya.
Menurutnya, pendaftaran secara online mulai dibuka pada 1 Oktober 2026. Calon peserta dapat mengakses laman resmi ad.rekrutmen-tni.mil.id untuk membuka laman pendaftaran dan mengisi formulir secara digital.
Selain pendaftaran online, masyarakat yang membutuhkan pendampingan juga dapat memanfaatkan mekanisme pendataan melalui satuan kewilayahan.
Calon peserta dapat menghubungi Babinsa di wilayah masing-masing untuk mendapatkan bantuan dalam proses pendataan secara online. Setelah data dimasukkan, proses dilanjutkan dengan validasi dan calon kemudian diarahkan ke Kodim maupun Ajen terdekat untuk menyerahkan bahan administrasi dan menjalani proses pencatatan persyaratan.
“Pendaftaran ada dua, online maupun offline. Untuk yang offline melalui satuan kewilayahan. Personel Babinsa akan mendata di wilayah masing-masing calon yang akan mendaftar,” jelasnya.
Animo Bintara 9.000 dan Tamtama 18.000 di Jawa Barat
Dalam sesi tanya jawab dengan wartawan, Noppy mengungkapkan besarnya animo penerimaan untuk wilayah Jawa Barat.
Untuk Bintara, animo yang dibuka mencapai kurang lebih 9.000 calon, sedangkan Tamtama mencapai sekitar 18.000 calon.
Angka tersebut merupakan animo pendaftaran di wilayah Jawa Barat, bukan jumlah kelulusan akhir. Penentuan peserta yang dinyatakan lulus nantinya dilakukan melalui tahapan seleksi sesuai ketentuan, dengan penentuan akhir berada pada tingkat Mabesad.
“Untuk Bintara kurang lebih 9.000, Tamtama kurang lebih 18.000. Itu untuk Jawa Barat saja,” kata Noppy.
Ia menjelaskan, angka tersebut merupakan animo atau jumlah pendaftar yang akan dijaring dalam proses rekrutmen. Sementara penetapan peserta yang lolos menjadi prajurit TNI AD ditentukan berdasarkan hasil seluruh rangkaian seleksi.
Persyaratan Calon Bintara dan Tamtama
Noppy juga menjelaskan sejumlah persyaratan yang perlu diperhatikan calon peserta. Rekrutmen ini diperuntukkan bagi lulusan SMA, MA, dan SMK.
Untuk calon Bintara, salah satu persyaratan yang disebutkan adalah memiliki nilai rata-rata ujian paling rendah 37. Sementara bagi lulusan tahun 2020 hingga 2026, nilai rata-rata rapor yang dipersyaratkan minimal 65.
Selain persyaratan akademik, calon juga harus memenuhi ketentuan tinggi badan minimal 163 sentimeter.
Salah satu ketentuan yang turut disampaikan adalah batas usia calon. Pada rekrutmen Gelombang 1 Tahun Anggaran 2027 ini, persyaratan usia diperlonggar hingga usia 26 tahun, dengan pengukuran usia pada saat pembukaan pendidikan yang dijadwalkan 4 Februari 2027.
“Persyaratan untuk rekrutmen ini diperlonggar sampai dengan umur 26 pada saat buka pendidikan tanggal 4 Februari 2027. Jadi pada saat buka pendidikan, ukur umurnya 26,” terang Noppy.
Ia menambahkan, secara umum persyaratan tersebut masih sama dengan ketentuan rekrutmen sebelumnya.
Calon peserta juga harus menyiapkan dokumen administrasi, antara lain KTP dan ijazah, serta dokumen lain sesuai ketentuan resmi penerimaan.
Tidak Ada Jalur Khusus, Santri Tetap Bisa Mendaftar
Dalam penerimaan kali ini tidak terdapat jalur khusus bagi kelompok tertentu, termasuk jalur khusus santri. Namun, kesempatan untuk mendaftar tetap terbuka bagi para santri yang memenuhi persyaratan.
Noppy mengatakan, ketentuan domisili tidak menjadi penghalang dalam proses pendaftaran tersebut. Para santri dari luar Jawa yang memenuhi persyaratan juga dapat mengikuti proses pendaftaran.
Pendaftaran dapat dilakukan melalui Koramil terdekat dengan bantuan Babinsa maupun melalui pengasuh pondok pesantren.
Kodam III/Siliwangi juga berencana melakukan sosialisasi ke sejumlah pondok pesantren guna memberikan informasi mengenai kesempatan penerimaan prajurit TNI AD tersebut.
“Kalau adik-adik dari pesantren mau daftar karena banyak santri yang dari wilayah luar Jawa, itu diperbolehkan. Silakan mendaftar nanti di Koramil terdekat melalui Babinsa atau pengasuh pondok pesantren,” katanya.
Untuk Pemenuhan Personel Batalyon Teritorial Pembangunan
Noppy menjelaskan, rekrutmen besar-besaran tersebut salah satunya berkaitan dengan kebutuhan pemenuhan personel Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP).
Menurut dia, pembentukan sejumlah Batalyon TP di berbagai wilayah Indonesia membutuhkan tambahan personel dalam jumlah besar. Namun, prajurit yang nantinya direkrut tidak berarti seluruhnya akan ditempatkan secara permanen di satuan Yon TP.
Ia menjelaskan, akan terdapat pola asimilasi dan pertukaran personel dengan satuan infanteri yang sudah ada.
“Ini untuk pemenuhan Batalyon TP, tetapi kita tidak hanya melihat bahwa itu nanti menjadi prajurit di Batalyon TP semua,” ujarnya.
Noppy mencontohkan, prajurit yang berada di Batalyon TP tahap pertama hingga tahap kelima nantinya dapat mengikuti pola asimilasi. Mereka dapat ditempatkan atau bertukar penugasan dengan satuan Yonif yang sudah ada, termasuk satuan infanteri organik.
Di lingkungan Kodam III/Siliwangi, ia menyebut beberapa satuan seperti Yonif 310, Yonif 312, maupun Yonif 300 Raider dapat menjadi bagian dari pola penataan tersebut.
Pola tersebut, kata dia, diperlukan untuk mengatur pola karier, jenjang kepangkatan, serta pengembangan personel.
“Nanti akan ada pola asimilasi pertukaran, karena kita harus mengatur pola karier, jenjang karier mereka, pola jenjang kepangkatan, kita akan atur itu,” jelasnya.
Rekrutmen Disebut Terbesar
Noppy menyebut penerimaan Gelombang 1 Tahun Anggaran 2027 merupakan salah satu rekrutmen terbesar yang dilaksanakan saat ini.
Hal tersebut tidak terlepas dari kebijakan pembentukan Batalyon TP dalam jumlah besar di berbagai daerah di Indonesia sehingga kebutuhan pemenuhan personel juga meningkat.
“Saat ini perekrutan terbesar karena dari Kementerian Pertahanan membentuk Batalyon-Batalyon TP banyak di seluruh Indonesia, sehingga perlu ada rekrutmen pemenuhan personel,” ungkapnya.
Untuk penerimaan kali ini, calon yang dibuka sementara diperuntukkan bagi putra. Sebelumnya, TNI AD juga telah membuka penerimaan untuk Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad), namun jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan organisasi.
Gratis dan Tidak Ada Calo
Di tengah besarnya animo masyarakat, Kodam III/Siliwangi kembali mengingatkan calon peserta agar tidak mudah percaya kepada pihak yang menjanjikan kelulusan dengan meminta sejumlah uang.
Noppy menegaskan bahwa seluruh proses penerimaan prajurit dilaksanakan sesuai ketentuan dan tidak dipungut biaya.
Ia meminta calon peserta tidak menggunakan jasa calo atau pihak lain yang mengaku memiliki akses untuk meluluskan peserta.
“Jangan sampai tergiur oleh oknum-oknum tertentu yang menawarkan diri untuk bisa meluluskan calon tersebut menjadi prajurit TNI. Kadang ada yang menjanjikan lulus, kemudian dia meminta sejumlah uang, baik pihak luar TNI maupun oknum di dalam,” tegasnya.
Apabila terdapat pihak yang melakukan praktik tersebut, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada panitia yang berwenang.
Noppy menyebut laporan dapat disampaikan langsung kepadanya maupun kepada Asisten Intelijen (Asintel) Kodam III/Siliwangi untuk ditindaklanjuti.
“Apabila terjadi hal seperti itu, tolong dilaporkan kepada saya maupun Asintel Kodam untuk ditindaklanjuti,” katanya.
Calon Diminta Persiapkan Diri
Noppy menekankan, keberhasilan dalam proses seleksi harus diperoleh melalui kemampuan dan kesiapan calon sendiri, bukan melalui bantuan calo maupun pembayaran kepada pihak tertentu.
Karena itu, para calon diminta mempersiapkan diri sejak dini, mulai dari kesehatan, kemampuan jasmani, mental ideologi, psikologi hingga kelengkapan administrasi.
“Yang bisa meluluskan itu hanya calon sendiri. Bukan melalui calo, bukan melalui panitia seleksi, tetapi calon sendiri,” tegasnya.
Ia mengingatkan agar calon mengikuti seluruh tahapan seleksi dengan jujur dan tidak melakukan tindakan yang melanggar aturan.
“Calon yang bersangkutan menyiapkan dirinya untuk melaksanakan proses seleksi. Mulai dari kesehatan, jasmani, mental ideologi, psikologi, semua disiapkan,” ujarnya.
Noppy juga meminta peserta percaya terhadap kemampuan diri sendiri, menjaga kesehatan, berlatih secara teratur, serta mengikuti seluruh proses sesuai prosedur.
Dengan dibukanya penerimaan Gelombang 1 Tahun Anggaran 2027, Kodam III/Siliwangi berharap masyarakat yang memenuhi persyaratan dapat memanfaatkan kesempatan tersebut secara baik dan mengikuti proses rekrutmen dengan jujur.
“Percaya pada diri sendiri dan peluang untuk menjadi prajurit TNI pada kesempatan yang akan datang ini peluangnya cukup besar,” pungkas Noppy.
Penerimaan prajurit TNI AD Gelombang 1 Tahun Anggaran 2027 tersebut untuk sementara hanya mencakup proses rekrutmen Angkatan Darat, dengan pendaftaran mulai 1 Oktober 2026 hingga 13 Januari 2027.
Masyarakat yang berminat diimbau memperoleh informasi melalui kanal resmi penerimaan TNI AD dan mengikuti seluruh tahapan sesuai persyaratan yang ditetapkan.
Penerimaan prajurit TNI AD: bersih, transparan, akuntabel, dan tidak dipungut biaya. *rie










