Pemerintahan

Kolaborasi Pemkab Sumedang dengan Bio Farma untuk Pemberdayaan Masyarakat

SUMEDANG, elJabar.com — Pemerintah Kabupaten Sumedang memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha dalam upaya pemberdayaan masyarakat. Salah satunya melalui kerja sama dengan PT Bio Farma (Persero).

Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir menerima jajaran PT Bio Farma di Ruang Tamu Bupati, Kamis (8/1/2026). Pertemuan tersebut membahas rencana pengembangan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau CSR Bio Farma di Kabupaten Sumedang yang diselaraskan dengan kebutuhan dan potensi daerah.

Bupati Dony menyampaikan bahwa Pemkab Sumedang memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan melalui program pemberdayaan masyarakat.

Menurutnya, kolaborasi yang dibangun harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

“Apa yang dibutuhkan, misalnya terkait stunting, pengelolaan sampah, hingga upaya promosi kesehatan. Kami memiliki banyak potensi untuk bisa diberikan pemberdayaan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya dukungan masyarakat dalam penyediaan bahan baku untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Masyarakat Sumedang perlu diberdayakan agar dapat berperan sebagai pemasok bahan MBG.

“Terutama untuk MBG, kita butuh bahan dan pemasok. Sehingga kita berusaha agar masyarakat bisa diberdayakan dalam memasok bahan MBG tersebut. Mudah-mudahan bisa berkolaborasi sesuai kebutuhan dan berdampak langsung bagi masyarakat,” katanya.

Kepala Divisi TJSL, HSE, Aset & Umum PT Bio Farma, Hidayat Setiadji, menjelaskan bahwa Bio Farma sebelumnya telah menjalankan program CSR di Desa Padaasih, Kecamatan Conggeang, berupa pengembangan budidaya lebah Teuweul melalui Kelompok Budidaya Lebah “Madu Asih”.

Ia menyebutkan bahwa Bio Farma telah hadir di Kabupaten Sumedang selama lebih dari tiga tahun dan berkomitmen mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pada aspek pengentasan kemiskinan.

“Untuk program CSR selanjutnya, kami akan melihat terlebih dahulu potensi yang ada di Kabupaten Sumedang. Beberapa upaya sudah kami lakukan, termasuk pemberdayaan pertanian, seperti budidaya lebah Teuweul yang awalnya membolang menjadi pembudidayaan dengan sistem yang lebih tertata,” jelasnya.

Hidayat berharap kolaborasi antara Bio Farma dan Pemkab Sumedang dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Kami berharap kolaborasi ini bisa dikembangkan sesuai dengan potensi yang ada di Sumedang,” katanya. (fad/hum)

Show More
Back to top button