LAKMUD Diharapkan Menjadi ‘Kawah Candradimuka” – El Jabar

LAKMUD Diharapkan Menjadi ‘Kawah Candradimuka”

Sumedang,eljabar.com — Pelatihan Kader Muda (LAKMUD) diharapkan menjadi ‘Kawah Candradimuka’ dalam meningkatkan kapasitas kader IPNU dan IPPNU Sumedang.

Demikian disampaikan Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir saat membuka kegiatan LAKMUD III IPNU IPPNU Kabupaten Sumwdang di Pondok Pesantren Zumrotul Muttaqien Dusun Padasuka Desa Situraja Utara Kecamatan Situraja, Jum’at (1/10/2021).

“Luar biasa. Lanjutkan. Saya akan terus mensupport pelaksanaan LAKMUD. Saya harap kegiatan LAKMUD ini jadi kawah Candradimuka IPNU dan IPPNU,” ujar Bupati di hadapan para peserta dan panitia LAKMUD.

Bupati menuturkan, dirinya mengapresiasi upaya IPNU dan IPPNU yang terus melakukan kaderisasi untuk mengasah pikiran dan jiwa kepemimpinan anggota untuk menjadi kader handal yang siap untuk menjadi bagian solusi di masyarakat.

“IPNU dan IPPNU selain memiliki kapasitas, juga harus memiliki keahlian. Jadikan kegiatan apapun sebagai tempat dan ruang untuk belajar. Pasti ada manfaatnya dan ada hikmahnya bagi kita,” kata Bupati Dony.

Ketua IPNU Sumedang  Ahmad Fauzi mengatakan, LAKMUD menjadi sebuah pelecut semangat dalam beroganisasi, dimana IPNU dan IPPNU merupakan organisasi kaderisasi yang menjadi benteng pertama pertahanan NU.

“Kiprah NU beberapa tahun ke depan ditentukan oleh peran kita saat ini. Gerbang awal kaderisasi di PCNU ada di IPNU dan IPPNU,” ujarnya.

Oleh karena itu, kata Ahmad, walaupun masih dalam masa pandemik Covid-19, selain menjaga protokol kesehatan, komunikasi antar anggota harus senantiasa dilakukan.

“Komunikasi itu jangan terputus. Banyak hal lain bisa kita lakukan untuk berkomunikasi. Hari ini adalah era digital. Pergunakan media yang ada pada hari ini. Walaupupn kita santri, buktikan santri bisa memahami teknologi,” tuturnya.

Sementara itu, Pimpinan Pondok pesantren Zumrotul Muttaqien K Ayi Saeful Mubarok menyambut gembira digelarnya kegiatan LAKMUD karena menurutnya memberikan kontribusi moral dan psikologi kepada para santri.

Ia mengatakan, dengan segala keterbatasan yang ada, pihaknya selaku pengelola pesantren ingin memberikan kemanfaatan dan kemaslahatan kepada umat.

“Semua itu sudah menjadi tugas pondok pesantren. Tidak hanya persoalan keilmuan saja, tetapi secara kesejarahan pesantren memiliki tanggung jawab terhadap kemajuan bangsa dan negara,” katanya.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Rois Syuriah PCNU Kabupaten Sumedang K H M. Kholil, Ketua PCNU Kabupaten Sumedang KH. Idad Istidad, Camat Situraja Wasman, unsur Disbuparpora dan para Ketua PAC NU se-Kabupaten Sumedang. (abas)

Categories: Regional