Preservasi Jembatan Kali Tangi Lama dan Baru, Mendukung Jalur Logistik dan Mobilitas Warga – El Jabar

Preservasi Jembatan Kali Tangi Lama dan Baru, Mendukung Jalur Logistik dan Mobilitas Warga

GRESIK, eljabar.com — Perbaikan untuk mengembalikan kondisi Jembatan Kalitangi Lama dan Kalitangi Baru di Jalan Veteran Gresik, dimaksudkan agar usia rencana jembatan tersebut sesuai dengan yang direncanakan.

Menurut PPK 4.3 Jawa Timur Pungki Enggar Paweninggale, selain menjadi penghubung Kota Surabaya dan Kabupaten Gresik, jembatan tersebut juga berfungsi sebagai penunjang distribusi logistik.

Pada tahun ini, penanganan yang akan dilaksanakan pada Jembatan Kalitangi Lama dengan panjang 105 meter dan lebar 9 meter meliputi menganti lapisan perkerasan dengan menggunakan AC-WC modifikasi. Jenis ini dipilih karena telah teruji lebih meningkatkan kinerja lapisan tersebut.

Hal ini dikemukakan oleh PPK 4.3 Jawa Timur Pungki Enggar Paweninggale, yang dihubungi eljabar melalui aplikasi pesan, Jum’at (01/10/2021).

Pungki menerangkan bahwa expansion joint jembatan yang memiliki nilai sejarah itu juga akan diganti. Selain itu jembatan tersebut akan dilengkapi dengan marka berbahan termoplastik.

“Pier head-nya akan di-grouting, sedangkan pilar pondasinya akan di-wrapping dengan menggunakan FRP, Fibre Reinforced Polymer,” terang Pungki.

Ia menjelaskan, sebelum injeksi semen bertekanan (grouting) dilakukan, lapisan-lapisan beton yang lama dan keropos akan dikupas (chipping) sampai kedalaman tertentu.

“Selain untuk menutup celah, fungsi grouting juga akan menambah kekuatan pada pier head,” ulasnya.

Sementara itu, kondisi pier atau pondasi jembatan saat ini banyak berkarat dan sebagian betonnya terlepas. Untuk menangani kondisi pier atau pondasi seperti ini, imbuh Pungki, maka pier tersebut akan dibungkus (wrapping) menggunakan Fibre Reinforced Polymer (FRP).

“FRP akan memperkuat sekaligus mengamankan beton pada pondasi jembatan,” ujarnya.

Selanjutnya, urai Pungki, FRP yang digunakan memiliki ketebalan 1,4 milimeter. Sebelum direkatkan, FRP dan bagian pilar jembatan dioleskan bahan epoxy resin dengan kadar tertentu. Selain merekatkan, epoxy resin tersebut sekaligus akan mengisi retakan dan akhirnya mengeras.

Sedangkan FRP berfungsi sebagai perkuatan eksternal tambahan pada struktur beton karena mampu menghilangkan kekurangan beton yang getas atau mengalami penurunan kuat tarik.

“Sedangkan untuk penanganan Jembatan Kalitangi Baru meliputi perbaikan expansion joint, penggantian lapisan aspal dengan AC-WC setebal 4-5 sentimeter dan pemasangan marka termoplastik,” sambungnya.

Di akhir penjelasannya, Pungki menegaskan bahwa penanganan Jembatan Kalitangi Lama yang dilaksanakan pihaknya dimaksudkan dalam rangka meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.

Ia berharap penanganan tersebut mendukung jalur logistik dan mobilitas warga yang akan menuju Kota Surabaya dan Kabupaten Gresik.

“Setelah selesai ditangani, jembatan ini diharapkan berfungsi secara normal serta aman dan nyaman bagi para pengguna jalan,” pungkas Pungki. (*wn/an)

 

Categories: Regional