Nasional

Launching Sekolah Tangguh, Bupati Kenalkan Produk WUB Binaan Pemkab Pamekasan

PAMEKASAN, eljabar.com – Sebanyak 4 satuan pendidikan, masing-masing SMA Negeri 5 Pamekasan, Madrasah Aliyah Negeri 2 Pamekasan, SMP Negeri 8 Pamekasan  dan SMK Kesehatan Bina Husada, didapuk menjadi percontohan sekolah tangguh.

Peluncuran sekolah tangguh tersebut dikemas dalam acara Launching Sekolah Tangguh dan Vaksinasi Kabupaten Pamekasan dan diresmikan oleh Bupati Pamekasan Badrut Tamam, Kamis (23/09/2021).

Ada hal menarik yang disampaikan oleh Bupati Pamekasan Badrut Tamam. Ia menyebutkan bahwa sepatu yang dikenakannya merupakan produk dari salah satu UMKM yang menjadi binaan Pemkab Pamekasan dalam program Wira Usaha Baru (WUB).

Mas Tamam, sapaan akrabnya, mengaku jika sepatu tersebut nyaman dipakai dan harganya relatif terjangkau.

“Harganya cuma 50 ribu sampai 75 ribu rupiah per pasang,” kata Mas Tamam, Kamis (23/09/2021).

Di hadapan warga sekolah dan sejumlah masyarakat yang hadir di acara tersebut, Mas Tamam menjelaskan bahwa peserta WUB juga difasilitasi dengan sejumlah pelatihan dan bantuan modal usaha.

Salah satu pelatihan yang baru saja digelar adalah hasil kerja sama pihaknya dengan Kementerian Kominfo, yakni Digital Preneurship Academy (DEA).

Sedangkan Untuk bantuan modal usaha, ia mengajak BUMN dan perusahaan privat katagori besar yang ada di Pamekasan agar menyalurkan CSR yang akan disalurkan pihaknya untuk kepentingan peserta program WUB.

Sekadar diketahui, WUB merupakan program terobosan baru Bupati Pamekasan di bidang ekonomi. Melalui program tersebut Pemkab Pamekasan memberikan pelatihan secara gratis kepada masyarakat sesuai yang dibutuhkan untuk membuka kegiatan usaha atau mengembangkan usaha yang sudah berjalan.

Program ini juga tercatat telah berhasil meningkatkan minat masyarakat untuk berwirausaha. Bantuan modal kerja dan modal usaha diperoleh dari CSR, kerjasama Pemkab Pamekasan dengan BUMN dan perusahaan swasta.

Peserta WUB juga difalitasi oleh Pemkab Pamekasan, salah satunya melalui warung milik rakyat (wamira) yang bisa menjadi etalase dan pemasaran produk yang dihasilkan.

“Pemerintah akan membantu pemasaran produk WUB, baik secara offline maupun online. Tak lama lagi akan ada wamira yang bisa dijadikan sarana untuk memasarkan produk-produk tersebut,” terang Mas Tamam.

Pogram WUB ini, imbuhnya, telah berjalan sejak tahun 2020 dan mampu memproduksi aneka kebutuhan masyarakat, seperti sandal, sepatu, songkok, tas, sarung, makanan ringan dan produk-produk lainnya.

“Harapannya, program WUB ini akan meningkatkan pendapatan masyarakat, dan dalam jangka panjang akan memberikan kontribusi baik terhadap pendapatan asli daerah,” pungkasnya. (idrus)

Show More
Back to top button