Libur Cuti Bersama, Bupati Sumedang Kunker ke Desa Mulyamekar - El Jabar

Libur Cuti Bersama, Bupati Sumedang Kunker ke Desa Mulyamekar

SUMEDANG, eljabar.com — Meskipun hari Rabu, 28 Oktober 2020 merupakan libur Cuti Bersama, namun Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir memanfaatkannya untuk melaksanakan kunjungan kerja ke Kecamatan Tanjungkerta, tepatnya ke Desa Mulyamekar.

Kegiatan yang dipusatkan di Lapang Sepak Bola Paniis tersebut dalam rangka meresmikan berbagai program dan kegiatan di Kecamatan Tanjungkerta, khususnya di Desa Mulyamekar, diantaranya launching program Optimalisasi Lahan Pekarangan dalam Menumbuhkankembangkan Ekonomi Masyarakat, peresmian Balai Penyuluh KB, Kampung Sistik Desa Mulyamekar, kantor pelayanan Desa Mulyamekar, dan Rumah Hijau KWT Seruni Mulya Desa Mulyamekar.

Camat Tanjungkerta Agus Kori Hidayat dalam laporannya menyampaikan, program optimalisasi tersebut berangkat dari lahan pekarangan yang kurang dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat.

“Dengan potensi yang ada dan dalam rangka menghadapi dampak ekonomi Covid-19, pemanfaatan lahan pekarangan yang dikelola dengan baik akan menjadi sumber utama keberlangsungan ketahanan pangan,” ucapnya.

Dikatakan Camat, program tersebut merupakan proyek perubahan yang diharapkan dapat berkelanjutan dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat Kecamatan Tanjungkerta.

“Atas arahan pimpinan (Bupati dan Wakil Bupati) serta Dandim 0610 Sumedang, proyek ini akan diwujudkan melalui pemanfaatan 1.700 halaman pekarangan masyarakat dengan 20.000 tanaman produktif keluarga (Tikar) dalam polybag dengan jenis tanaman cabai rawit, bawang daun, tomat, dan sebagainya,” jelasnya.

Dengan adanya pemanfaatan lahan pekarangan, lanjutnya, diharapkan akan memberikan pengaruh yang baik terhadap pemahaman masyarakat.

“Lahan yang sempit apabila dimanfaatkan dengan optimal maka akan produktif dan bernilai ekonomi tinggi,” tuturnya.

Tumbuhnya sumber-sumber pangan di masyarakat, sambungnya, akan mengembangkan kegiatan ekonomi produktif keluarga sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan.

“Jika masing-masing desa menghasilkan satu jenis tanaman produktif keluarga, maka dipastikan di Tanjungkerta akan ada 12 desa dengan sumber pangan yang khas dan bisa menjadi daya tarik wisata,” jelasnya.

Bupati menilai apa yang dilakukan Camat Tanjungkerta merupakan inisiatif yang luar biasa dan patut diapresiasi sebagai salah satu bentuk orkestrasi masa.

“Ini akan menjadi proyek percontohan bagi kecamatan yang lain dan harus menjadi gerakan masif yang muncul dari kesadaran masyarakat akan pentingya ketahanan pangan mandiri yang berawal dari keluarga,” ucapnya.

Menurutnya, keluarga sebagai basis utama pembangunan daerah harus kreatif dalam mengembangkan potensi yang ada, termasuk bagaimana pekarangan rumahnya yang terbatas bisa optimal dimanfaatkan untuk pengembangan ekonomi.

“Dengan pemanfaatan lahan pekarangan, minimal masing-masing keluarga mampu mencukupi kebutuhannya sehari-hari dari apa yang ditananamnya,” katanya.

Ia pun memberikan contoh asumsi pendapatan dari menanam tanaman produktif keluarga.

“Misalnya jika tiap hari kita beli cabai rawit Rp. 3000, maka dengan memetik sendiri dari pekarangan, kita bisa hemat Rp. 3000. Jika dikalikan sebulan, dapat Rp. 90.000. Maka kalau rata-rata satu desa 2000 KK, per desa bisa menabung Rp. 180 juta per bulannya,” terangnya.

Ia juga mengapresiasi jajaran Kodim 0610 yang telah menginspirasi dalam menggalakan gerakan tanam di pekarangan.

Bupati juga berpesan agar program tersebut tidak sebatas ‘launching’, namun harus diimplementasikan langsung di tiap-tiap desa.

“Program ini harus terus didukung oleh para Kadesnya, Ketua RW dan RT-nya. Kalau bisa di tiap desa, ada satu rumah yang paling bagus pengelolaannya. Bisa juga kita lombakan,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Dony secara simbolis menyerahkan bantuan berupa semprotan untuk Gapoktan setempat, 50 paket Sembako dari Baznas Sumedang, bibit buah-buatan dari Cabang Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, bibit sayuran dari DPKP Kabupaten Sumedang.

Acara diakhiri dengan peninjauan stand oleh yang menampilkan produk UMKM sistik Ibu Rokayah dan produk-produk kelompok binaan Badan Kerja Sama Antar Desa (BKAD)/Unit Pengelola Dana Bergulir (UPDB) Tanjungkerta. (Abas)

Categories: Pemerintahan