Merasa diperas, Seorang Pengusaha Asal Bluto Laporkan Dua Anggota Polri ke Polres Sumenep - El Jabar

Merasa diperas, Seorang Pengusaha Asal Bluto Laporkan Dua Anggota Polri ke Polres Sumenep

SUMENEP, eljabar.com – Seorang pengusaha asal Kecamatan Bluto, KS (40), melaporkan dua oknum polisi anggota Polsek setempat ke Polres Sumenep. Laporan tersebut ditempuh KS setelah kedua oknum polisi itu diduga telah melakukan pemerasan terhadap dirinya.

Pelaporan tersebut telah diterima Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Sumenep pada hari Rabu 27 Januari 2021 sekira pukul 14:30 WIB, dengan Surat Tanda Penerimaan Laporan Nomor STPL/03/I/2021/YANDUAN.

IMG 20210128 WA0098

Dalam surat laporan itu disebutkan, pada 12 Januari 2021 jam 08.30 WIB KS diminta oleh kelompok nelayan dari Pulau Gili Raje untuk membelikan bahan bakar solar yang dibutuhkan kelompok nelayan tersebut sebanyak 28 drigen (tempat minyak) di stasiun bahan bakar nelayan (SBBN) Cangkerman di Desa Aeng Baja Kenek, Kecamatan Bluto.

Setelah 28 drigen tersebut terisi penuh KS langsung menuju pelabuhan Kapedi dengan maksud untuk menyampaikan bahan solar yang dibutuhkan oleh kelompok nelayan yang telah menunggunya.

Namun, lanjut uraian dalam surat laporan tersebut, di tengah perjalanan KS, tepat di Desa Aeng Dake, mobil pick up yang dikendarainya dihentikan oleh dua oknum polisi Polsek Bluto dan dilakukan pemeriksaan surat-surat hak kuasa pembelian bahan bakar solar tersebut.

“Kemudian saya tunjukkan, surat rekomendasi pembelian solar, data kelompok nelayan pulau Gili Raje dan surat kuasa pembelian solar dari Ketua Kelompok Nelayan Pulau Gili Raje atas nama Faisol,” kata KS, dalam surat laporan tersebut.

Kendati demikian, kedua oknum polisi itu tetap membawa KS ke Mapolsek Bluto dan dilakukan pemeriksaan. Dalam proses pemeriksaan yang berlangsung di Mapolsek Bluto, KS dimintai sejumlah hingga mencapai Rp15 juta. Dalihnya, tidak akan melanjutkan pemeriksaan yang dilakukn ke Polres Sumenep.

Karena ketakutan dan tertekan, KS menghubungi saudara iparnya untuk meminjam sejumlah uang sesuai yang diminta kedua oknum polisi itu.

Laporan yang dibuat KS itu juga menguraikan, tak lama setelah saudara iparnya tiba di Mapolsek Bluto membawa sejumlah uang yang diminta dan menyerahkannya kepada KS. Sebelum uang yang diminta itu diserahkan, laporan tersebut juga menguraikan, KS didatangi oleh seseorang berinisial DS yang menawarkan diri untuk membantu persoalan yang tengah dihadapi dan melakukan negosiasi ke pihak Polsek Bluto.

Lantas uang sebesar Rp15 juta itu diserahkan KS ke SD. Stelah menerima uang tersebut SD memasuki ruangan Kapolsek Bluto.

Tak lama berselang, SD dan dua oknum polisi anggota Polse Bluto keluar dari ruangan Kapolsek Bluto. Kemudian SD pulang meninggalkan KS dan dua orang anggota Polsek Bluto yang melanjutkan pemeriksaan terhadap KS sampai jam 21.00 WIB.

Kemudian KS diperbolehkan pulang. Namun ia diminta untuk tidak menceritkan peristiwa yang dialaminya kepada siapaun. Keesokan harinya, KS baru mengambil 28 derigen yang sudah tidak ada isinya alias dalam keadan kosong.

Bahkan, menurut KS, jika semua permintaan kedua oknum tersebut tidak ditaati maka ia diancam akan diproses di Polres Sumenep dan melaporkan untuk setiap Senin dan Kamis ke Mapolsek Bluto.
Sementara itu, Kholil yang mendampingi KS saat melaporkan dugaan pemerasan yang dialaminya meminta agar Polres Sumenep serius menyikapi laporan tersebut secara profesional.

“Ini demi nama baik institusi Polri,” kata Kholil.
Terpisah, Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti, belum bisa memastikan adanya laporan dari warga Bluto itu. Widiarti berjanji akan mengecek laporan tersebut terlebih dahulu.

“Saya Cek dulu,” jawab AKP Widiarti melalui pesan singkat. (ury)

Categories: Hukum