Nasional

Misbah Zunib: BBWS Brantas Siapkan Rp20 Miliar Untuk Lahan Sudetan Kali Bangiltak

PASURUAN, eljabar.com — Sebanyak 1872 bidang tanah yang dibutuhkan untuk pembangunan sudetan Kali Bangiltak, telah disipkan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas dan Pemkab Pasuruan.

Sedangkan dana yang diperlukan untuk pembebasan lahan proyek tersebut mencapai Rp250 miliar, dengan rincian Rp190 miliar untuk lahan dan bangunan yang memiliki sertifikat dan Rp60 miliar yang tidak bersertifikat.

Hal ini dikemukakan oleh Kepala Dinas PU Pengairan Kabupaten Pasuruan, Misbah Zunib di laman Pemkab Pasuruan.

“Kalau yang tidak bersertifikat akan juga diberikan pengganti sukarela. Seluruh penganggaran untuk pembebasan lahan dibebankan kepada APBD Kabupaten Pasuruan,” jelas Misbah.

Selain itu Misbah juga mengatakan pembangunan sudetan Kali Bangiltak untuk mencegah banjir di daerah Bangil, Beji dan Gempol tersebut akan dikerjakan selama tiga tahun, yakni 2021-2023.

“Anggaran pembangunannya bersumber dari APBN sebesar Rp600 miliar,” kata Misbah, Kamis (6/5/2021).

Dalam skema pembangunan sudetan tersebut, Pemkab Pasuruan berkewajiban menyelesaikan pembebasan lahan selama dua tahun. Pendanaan bersumber dari APBD setempat, sedangkan pembangunan fisiknya didanai APBN.

Terkait ketersediaan anggaran pembebasan lahan, Misbah menjelaskan Pemkab Pasuruan akan mengupayakannya meski ada refocusing di hampir semua OPD di Kabupaten Pasuruan.

“Insyaallah menjelang PAK akan diberikan gambaran nominalnya,” ucapnya.

Wilayah Bangil, Beji, dan Gempol merupakan daerah langganan banjir pada setiap musim penghujan.

Dengan rencana pembangunan sudetan, ribuan rumah hingga fasilitas umum di 3 kecamatan akan dibebaskan.

Di Kecamatan Gempol meliputi antara lain Desa Gempol dan Lego, Kecamatan Beji meliputi Desa Cangkring Malang, Kedungringin, Kedungboto, dan Pagak, serta Desa Kalianyar dan Tambakan di Kecamatan Bangil.

Misbah menegaskan sejauh ini tahapan pembangunan masih dalam studi larap yang meliputi identifikasi permasalahan, baik dari sisi sosial maupun teknis lapangan.

“Larap sudah dilelangkan di lpse Kementerian PUPR,” tukasnya.

Selain itu, Pemkab Pasuruan mulai melakukan sosialisasi ke warga-warga yang akan direlokasi. Diharapkan mereka dapat memahami karena pembangunan sudetan memiliki multiplier effect yang besar. Hal itu menyangkut upaya penanggulangan banjir yang kerap menyambangi wilayah terdampak saat musim hujan tiba.

“Pentingnya dibangun sudetan, karena pada November atau Desember sampai Maret, beberapa wilayah selalu jadi langganan banjir. Karena itulah, dengan dibangunnya sudetan maka diharapkan bisa menanggulangi banjir. Pembangunan sudetan itu ditargetkan selesai 2023,” kata Misbah. (*wn)

Show More
Back to top button