Pasca Impounding Bendungan Bendo, Pekerjaan Tersisa Terus Dikebut – El Jabar

Pasca Impounding Bendungan Bendo, Pekerjaan Tersisa Terus Dikebut

PONOROGO, eljabar.comBendungan Bendo yang berada sekitar 20 kilometer dari pusat kota Ponorogo, kini telah memasuki hari keempat impounding, yang diresmikan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, bersama Kepala BBWS Bengawan Solo Agus Rudyanto, Senin, (02/08/2021) kemarin.

Memasuki hari keempat impounding, eljabar.com menelusuri bendungan yang akan mengairi areal sawah seluas 7.800 hektare di Kabupaten Ponorogo dan Kabupaten Madiun tersebut.

Selain itu, Bendungan Bendo akan menampung air sebesar 43,11 juta meter kubik yang bermanfaat sebagai sumber air baku domestik dan industri berkapasitas 790 liter per detik, terbagi untuk Kabupaten Ponorogo sebesar 372  liter per detik dan Kabupaten Madiun 418 liter per detik.

Bendungan ini juga didesain untuk mereduksi banjir di Kota Ponorogo dari 1.300 meter kubik per detik menjadi 490 meter kubik per detik serta menjadi pembangkit tenaga listrik sebesar 1,56 megawatt.

Di lokasi bendungan setinggi 71 meter tersebut masih terlihat aktivitas pekerjaan finishing. Sejumlah alat berat bahkan terlihat melakukan pekerjaan di taman kantor Bendungan Bendo.

Sementara jalan yang membentang di tubuh bendungan masih menyisakan pekerjaan finishing, sehingga permukaan jalan yang tepat berada di puncak tubuh bendungan tersebut akan semakin nyaman dilalui.

Sementara itu, akses jalan menuju lokasi Bendungan Bendo, hingga mencapai gapura yang menjadi gerbang utama bendungan, sudah nyaman dilalui. Jalan tersebut juga melewati lokasi permukiman warga yang terdampak pembangunan bendungan. Di sisi kiri kanan jalan menuju lokasi bendungan juga memberikan pemandangan yang asri dan indah.

Terlebih setelah tiba di lokasi bendungan, gunung Bayang Kaki yang menjadi latar bendungan, akan memanjakan mata setiap orang yang mengunjungi insfrastruktur strategis sumber daya air di bumi reog tersebut.

Dari ketinggian puncak tubuh bendungan, aliran anak Kali Madiun, yakni Sungai Ngindeng dan Sungai Keyang, terus dialirkan. Menurut keterangan yang dihimpun eljabar.com pengaliran tersebut diperkirakan memakan waktu 3 hingga 4 bulan, dan tergantung faktor cuaca juga.

Proses pengaliran Bendungan Bendo pun diawasi dan dimonitor secara konitnyu oleh BBWS Bengawan Solo melalui SNVT Pembangunan Bendungan BBWS Bengawan Solo dan PPK Pembangunan Bendungan Bendo.

Tampak terlihat, di sekitar lokasi pengaliran terdapat alat berat dan sejumlah pekerja yang terus menjaga proses impounding bendungan yang dibangun sejak 12 tahun silam tersebut.

Dalam keterangannya kepada media, Kepala BBWS Bengawan Solo menegaskan bahwa pekerjaan tersisa dan jalan masuk segera diselesaikan dan tidak akan memengaruhi proses impounding.

“Pelaksanaan impounding Bendungan Bendo sudah berdasarkan hasil sdang pleno KKB (Komisi Keamanan Bendungan-red),” kata Agus, sepekan silam.

Terpisah, sejumlah masyarakat yang ditemui di lokasi Bendungan Bendo mengaku gembira. Pasalnya, proses pembangunan Bendungan Bendo yang panjang akhirnya segera dapat dinikmati masyarakat.

“Pemandangan di sini juga indah, tapi yang lebih penting lagi bendungan ini memberikan manfaat besar bagi masyarakat,” kata Turmudi, warga Desa Temon, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo. (*wn)

Categories: Nasional