Nasional

Pekerjaan Rehabilitasi Benteng Pendem Ngawi Ditinjau Menteri PUPR

NGAWI, eljabar.com – Pelaksanaan rehabilitasi bangunan pusaka Benteng Pendem di Kabupaten Ngawi, belum lama ini ditinjau langsung oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Kunjungan Basuki tersebut dilakukan seusai acara peresmian Pasar Besar Ngawi oleh Presiden Joko Widodo, Jum’at (17/12/2021), kemarin.

Dalam peninjauan itu Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengungkap bahwa kegiatan rehabilitasi salah satu bangunan cagar budaya di Jatim tersebut mengatakan dilaksanakan sebagai tindak lanjut instruksi Presiden Joko Widodo saat mengunjungi Benteng Pendem pada 1 Februari 2019 silam.

Saat itu, kata Basuki, Presiden Jokowi melihat banyak bagian bangunan cagar budaya tersebut tela mengalami degradasi, padahal kawasan itu merupakan obyek pariwisata.

“Karena kawasan Benteng Pendem merupakan cagar budaya, penataannya dilakukan secara hati-hati agar nilai kultural tetap terjaga,” kata Menteri Basuki.

Selain melihat langsung penanganan Benteng Pendem, ia juga menginstruksikan agar di kawasan tersebut dilakukan penghijauan di kawasan Benteng Pendem dan membenahi saluran air yang ada.

Sementara itu, dilansir dari laman ciptakarya.pu.go.id disebutkan bahwa pekerjaan rehabilitasi Benteng Pendem yang dimulai sejak Desember 2020, dimaksudkan untuk merevitalisasi bangunan cagar budaya sehingga akan meningkatkan jumlah kunjungan wisata.

Benteng yang berada di kawasan seluas 42.181 meter per segi dengan luas kawasan inti 7.500 meter per segi itu, setelah selesai ditangani melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Timur, akan menstimulasi kesejahteraan masyarakat Ngawi, terutama dari sektor industri pariwisata.

Pekerjaan rehabilitasi Benteng Pendem dilaksanakan oleh Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Permukiman Wilayah I Provinsi Jawa Timur. Sedangkan kontraktor pelaksananya adalah PT Nindya Karya dan PT Virama Karya dengan alokasi biaya sebesar Rp 113,76 miliar. Pekerjaan Multy Years Contract (MYC) tersebut ditargetkan selesai pada Januari 2023 yang akan datang.

Di samping itu, Dirjen Cipta Karya Diana Kusumastuti mengatakan, terdapat 13 bangunan serta konsep arsitektur mengadopsi Adaptive Reuse Concept. Konsep ini akan mengembalikan fungsi bangunan cagar budaya dengan sebagian fungsi baru dan seminimal mungkin mengubah bentuk lama.

Prinsip revitalisasi bangunan cagar budaya adalah adanya perubahan bagian dalam, namun tetap mempertahankan bagian luarnya.

“Konsep bangunan lama tetap kita pertahankan, tapi diberi penguatan struktur menggunakan konstruksi baja di beberapa bangunan. Pohon beringin dan pohon waru laut akarnya sudah melekat ke dalam struktur dinding tetap dipertahankan dengan sedikit penataan,” ujar Diana.

Sebelumnya, Kepala BPPW Jawa Timur, M. Reva Sastrodiningrat, yang turut serta mendampingi kunjungan Menteri PUPR mengatakan, pembangunan revitalisasi Benteng Pendem Van Den Bosch harap memenuhi unsur 5T, yaitu Tepat Waktu, Tepat Biaya, Tepat Mutu dan Tertib Administrasi.

Pernyataan tersebut disampaikan Reva saat mendampingi Bupati Ngawi, Budi Sulistiyono, saat ground breaking revitalisasi pembangunan Benteng Pendem Van Den Bosch.

Sejumlah pihak juga ikut mendampingi kunjungan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Dirjen Cipta Karya Diana Kusumastuti di Benteng Pendem, diantaranya Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi, Industri, dan Lingkungan Endra S. Atmawidjaja, Direktur Prasarana Strategis Iwan Suprijanto, Kepala Satuan Kerja PPPW I Jatim dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) terkait. (*wn)

Show More
Back to top button