Pembangunan Jembatan Kepet, Urai Simpul Kemacetan di Tuban - El Jabar

Pembangunan Jembatan Kepet, Urai Simpul Kemacetan di Tuban

Surabaya, eljabar.com – Pembangunan duplikasi jembatan Kepet di Desa Tunah, Kec. Semanding, Kab. Tuban, diharapkan akan mengurai kemacetan yang kerap terjadi.

Kementerian PUPR telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp15 miliar untuk pembangunannya. Kegiatan ini dilaksanakan oleh PPK 4.5 Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah IV Jatim dengan kontraktor pelaksana, PT Sari Mas Indah Sejahtera, dengan nilai kontrak pekerjaan Rp11,57 miliar dsn 240 hari waktu pelaksanaan.

Guna mengurai kemacetan tersebut, selain ruas jalan yang telah dilebarkan, PPK 4.5 Jatim juga menambah satu jembatan lagi agar sesuai dengan lebar jalan yang dibutuhkan.

Dalam tahap-tahap pelaksanaannya, PPK 4.5 Jatim, I Ketut Payun Astapa, menerapkan sistem pengawasan dan pemeriksaan pekerjaan sesuai Permen PU No. 6/PRT/M/2008. Selain itu, Kementerian PUPR memiliki sistem pengawasan yang berjenjang, ketat serta transparan.

“Pengawas internal kami maupun konsultan selalu stand by di lapangan dan hingga kini belum ada kerusakan apapun”, kata Ketut.

Meski mengalami beberapa kendala seperti pemindahan tiang listrik miliki PLN dan pembebasan lahan, namun semua itu, menurut Ketut, telah selesai dikoordinasikan dengan pihak terkait. Petugas dari PLN telah memindahkan tiang listrik dan pembebabasan lahan sudah dilaksanakan.

“Untuk pembebasan lahan kami sudah menyelesaikannya sesuai Perpres No. 71 tahun 2012”, ujarnya.

Sementara, Kapolres Tuban, AKBP Nanang Haryono, kepada eljabar.com mengatakan, pembangunan Jembatan Kepet dilaksanakan dengan baik sebab jembatan ini penting untuk menggerakkan perekonomian masyarakat.

“Jika sudah selesai dibangun maka angka kecelakaan lalulintas di jembatan Kepet segera tertekan pertumbuhannya dan tak kalah penting adalah terciptanya Kamseltibcarlantas”, tandas Nanang.

Proses pekerjaan duplikasi jembatan Kepet, Desa Tunah, Kec. Semanding, Kab. Tuban diharapkan selesai tepat waktu. Sejumlah masyarakat yang melintas kepada eljabar.com menilai jika pengerjaannya cepat selesai maka jembatan tang menelan biaya Rp15 miliar tersebut segera difungsikan.

“Biar lebih lancar dari sebelumnya kalau lewat sini. Sekarang kan yang fungsional jadi 2 jembatannya”, kata Suwarsono, pengemudi truk asal, Sumolawang, Kab. Mojokerto, yang biasa melintas di jalur pantura.

Menurut mbah War, sapaan akrabnya, kualitas jalan di jalur pantura sudah semakin baik. Ia berharap para pemangku kepentingan dapat mewujudkan harapan masyarakat terhadap kualitas sarana dan prasarana transportasi yang handal. (andi setiawan/*wn)

 

 

Categories: Politik