Pemkab Bandung Alokasikan Rp 2,8 Miliar Untuk Renovasi Ruang Fraksi dan Komisi DPRD Kabupaten Bandung – El Jabar

Pemkab Bandung Alokasikan Rp 2,8 Miliar Untuk Renovasi Ruang Fraksi dan Komisi DPRD Kabupaten Bandung

Kabupaten Bandung ,eljabar.com Rencana renovasi ruangan komisi dan fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bandung mendapat sorotan dari berbagai pihak, termasuk partai politik. Partai Demokrat dan NasDem meminta agar rencana tersebut dikaji ulang bahkan ditunda.

Sekadar diketahui, Pemkab Bandung mengalokasikan anggaran sekitar Rp 2,8 miliar untuk merenovasi ruang fraksi dan komisi DPRD Kabupaten Bandung. Saat ini, rencana tersebut sudah masuk dalam laman Lembaga Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Bandung.

Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bandung Endang mengatakan agar DPRD Kabupaten Bandung menunda pelaksanaan renovasi ruang fraksi dan komisi. Pasalnya, saat ini kegiatan DPRD sudah berkurang dan terbatas di masa pandemi COVID-19.

“Sebaiknya ditunda dulu, kan kegiatan DPRD-nya juga berkurang dan terbatas kalaupun rapat-rapat (sekarang) banyak zoom,” ungkap Endang saat dihubungi wartawan, Rabu (4/8/2021).

Endang mengatakan pelaksanaan renovasi tersebut tidaklah mendesak di saat Pandemi COVID-19. Lebih baik, anggaran tersebut dialihkan untuk penanganan COVID-19.

Karena, kata Endang, penanganan COVID-19 di Kabupaten Bandung masih dinilai belum terukur. Di antaranya menyoal bantuan sosial serta data kasus COVID-19 itu sendiri.

“Bisa dialihkan kepada penanganan COVID. Namun juga penanggulangan COVID harus tepat dan terarah. Kabupaten Bandung ini menuju level 4 jadi harus maksimal,” kata Endang.

“Penanganan selama ini masih belum merata dan terukur. Pendistribusian bantuan sosial masih terkesan gitu-gitu aja banyak tidak tepat sasaran. Pendataan yang terpapar dan terdampak juga kurang berjalan dengan baik. Vaksinasi terkesan sporadis tidak sistematis. Warga banyak yang tidak tahu kemana harus divaksin,” lanjutnya menegaskan.

Hal sama pun diungkapkan Ketua DPC NasDem Kabupaten Bandung Agus Yasmin. Yasmin mengatakan, DPRD harus mengkaji ulang apakah wacana tersebut demi pelayanan dan tidak mengambil anggaran dari dana penanganan COVID-19.

“Selama rehabilitasi dalam kepentingan optimalisasi tugas pembahasan materi pelayanan masyarakat tidak apa-apa. Apalalagi kalau tempatnya sudah sangat dibutuhkan atau mungkin anggaran sudah disiapkan dan tidak terkena refocusing. Bisa juga anggaran buat pelayanan dasar ekonomi saat pandemi serta penanggulangan COVID dipandang sudah memadai oleh DPRD,” tutur Yasmin.

Categories: Parlemen