Pemulihan Ekonomi, Diskopdagrin Kota Sukabumi Terus Perkuat Pelaku UMKM Terdampak Covid-19 - El Jabar

Pemulihan Ekonomi, Diskopdagrin Kota Sukabumi Terus Perkuat Pelaku UMKM Terdampak Covid-19

SUKABUMI, eljabar.com — Dimasa Pemulihan Ekonomi Nasioanl (PEN), Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi melalui Dinas Koperasi, UMKM, Perdagngan dan Perindustrian (Diskopdagrin) setempat, sudah melakukan berbagai langkah untuk memperkuat para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang terdampak oleh Covid-19.

Bahkan, semenjak anggaran recovery ekonomi yang bersumber dari APBD Perubahan tahun 2020 turun, Dinas tersebut langsung bergerak cepat melakukan berbagai kegiatan bagai para UMKM. Seperti halnya, dengan melaksanakan early warning sistem (EWS).

“Setelah anggaran recovery ekonomi cair, kita langsung cepat melakukan kegiatan untuk penguatan UMKM, salah satunya EWS,” ujar Kepala Diskopdarin Kota Sukabumi Ayi Jamiat, Selasa, (15/12/2020).

Ayi menjelaskan, EWS tersebut nantinya untuk mendiagnosa kinerja usaha Koperasi dan UMKM, sehingga mereka dapat mengetahui kondisi usahanya, apakah sangat sehat, sehat, atau tidak sehat.

“Di EWS ini juga para UMKM mendapatkan pendampingan. Nanti tim pendamping tersebuty yang akan melakukan mendiagnosa segala permasalahan UMKM. Setelah itu juga akan ada lagi TiM dari Sukabumi Kelurahan Entrepreneurship Center (Sukabumi Kece) teriri 10 pendamping untuk memecahlan permasalahan tersebut,” ujarnya.

Selain kegiatan itu lanjut Ayi, sebanyak 150 UMKM dibantu brandingnya, itu juga salah satu untuk meingkatkan penjualan produk mereka. Mulai dari kemasan, logo dan lainya.

“Itu di bantu oleh SCH (Sukabumi Creatif Hub). Sebaba, nantinya juga akan dimasukan ke katalog UMKM,” ungkapnya.

Bahkan, lanjut Ayi, pihaknya juga sudah membantu sedikitnya 600 UMKM untuk mendapatkan izin Produk Industri Rumah Tangga (PIRT), dan laik izin untik 200 UMKM.

“Itu semua kita bantu yang anggaranya dari APBD,” terangnya.

Saat ini lanjut Ayi, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) ada sekitar 8.473 UMKM yang ada di Kota Sukabumi. Namun, dari jumlah tersebut tidak semua masuk ke pembinaan, sebab ada beberapa jumlah yang gulung tikar akibat Covid-19.

“Namun ketika ada program BPUM (Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro), yang mengajukan ke kita sebanyak 50 ribu pelaku usaha,” bebernya.

Yang jelas, kata Ayi, pihaknya terus melakukan pembinaan terhadap UMKM, apalagi dimasa recovery ekonomi ini, tentu saja akan lebih inten, agar per ekonomian di Kota Sukabumi tetap berjalan ditengah pandemi ini. ***

Categories: Ekonomi