Penanganan Jalan Batas Jabar Tegal Pemalang Dikebut Menjelang Nataru – El Jabar

Penanganan Jalan Batas Jabar Tegal Pemalang Dikebut Menjelang Nataru

TEGAL, eljabar.com Jalan nasional di ruas batas Jabar Tegal hingga Pemalang sepanjang 66,11 kilometer yang sedang dalam penanganan PPK 1.1 Provinsi Jateng terus dikebut.

Meski menghadapi fenomena La Nina yang memicu cuaca ekstrim, sejumlah pekerja dan alat berat terlihat melakukan aktivitas perbaikan jalan poros pantura di ujung barat provinsi Jateng tersebut.

PPK 1.1 Provinsi Jateng Dwi Denny Apriliano mengatakan, prioritas penanganan yang dilakukan pihaknya tak lain untuk menjaga kemantapan jalan sehingga menunjang faktor keamanan dan kenyaman para pengguna jalan, terutama menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Denny menambahkan, penanganan ruas jalan tersebut telah dimulai sejak bulan Agustus lalu dan yang akan direkonstruksi sepanjang 9,8 kilometer.

“Untuk yang di Kabupaten Tegal ruas efektif penanganannya sepanjang 4 kilometer, yakni di Jalan Dr Cipto dan Jalan Yos Sudarso,” ujar Denny.

Ia juga menjelaskan bahwa penanganan tersebut terbagi menjadi beberapa titik dari Pemalang sampai Kota Tegal, yaitu di Plawangan, Suradadi, Kramat dan Martoloyo.

Selain itu, imbuh Denny, perbaikan juga akan dilakukan di daerah Bangsri, simpang Pejagan, Kluwut dan Cimohong yang berada di Kabupaten Brebes.

Penanganan jalan di ruas PPK 1.1 Provinsi Jawa Tengah trrsebut diharapkan sudah rampung pada sebelum Natal.

“Pertengahan Desember kami target sudah selesai,” terangnya, meski penyelesaian sesuai kontrak adalah 31 Desember 2021,” kata Denny.

Sementara itu, untuk penanganan rekonstruksi, Denny menyebutkan menggunakan perkerasan kaku atau rigid beton setebal 35 centimeter dan lebar 7,5 meter.

Akan tetapi, pihak PPK 1.1 Jateng juga mengakui sejumlah kendala yang dihadapi. Curah hujan yang tinggi belakangan terakhir serta titik kemacetan di Pasar Suradadi dan kawasan wisata Purwahamba Indah di Pejagan, menjadi kendala.

“Sejauh ini kendala tersebut bisa diatasi dan progres pekerjaan yang kami capai telah 75 persen lebih. Ini sudah cukup cepat mengingat waktu yang diberikan hanya 4 bulan,” ujarnya.

Oleh karena itu, pihaknya menimbau kepada pengguna jalan untuk tetap mematuhi rambu-rambu lalu lintas yang telah dipasang selama proses penanganan jalan berlangsung.

Ia juga meminta maaf kepada masyarakat dan pengguna jalan, sebab selama pekerjaan berlangsung akan sedikit terganggu akibat aktivitas pekerjaan penanganan jalan. (and’s)

Categories: Regional