Pemerintahan

Penanganan Medis Sudah Optimal, RSUD Kota Bandung Jelaskan Kasus Pasien Kritis Korban Penganiayaan

BANDUNG, eljabar.com — RSUD Kota Bandung membeberkan secara rinci kronologi penanganan seorang pasien korban penganiayaan yang datang dalam kondisi kritis pada awal Januari lalu. Penjelasan tersebut disampaikan Kepala Seksi Pelayanan Medik Rawat Jalan dan Rawat Inap RSUD Kota Bandung, dr. Pia Nur A. Rahayu, untuk meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat sekaligus menegaskan bahwa pelayanan medis telah dilakukan sesuai standar operasional prosedur.

Menurut dr. Pia, pasien bernama Adededi, warga Cibiru, tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Kota Bandung pada Selasa, 6 Januari 2026, sekitar pukul 03.30 WIB. Pasien datang dalam kondisi penurunan kesadaran dan langsung mendapatkan penanganan kegawatdaruratan oleh tim dokter dan perawat IGD.

Begitu pasien datang, kami langsung melakukan penanganan dan menempatkannya di ruang resusitasi,” ujar Pia.

Melihat adanya tanda gangguan serius di bagian kepala, tim medis segera melakukan pemeriksaan penunjang berupa CT scan kepala serta rontgen kepala, leher, dan dada. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perdarahan di dalam kepala yang memerlukan pengawasan dan penanganan intensif.

Temuan medis tersebut kemudian disampaikan kepada keluarga pasien. Tim dokter menjelaskan bahwa pasien membutuhkan perawatan intensif dan observasi ketat. Namun, pada saat itu seluruh ruang perawatan intensif (ICU) RSUD Kota Bandung masih dalam kondisi penuh.

Meski demikian, keterbatasan ruang ICU tidak menghentikan upaya penanganan maksimal. Pasien tetap dirawat di ruang resusitasi IGD yang telah dilengkapi fasilitas setara perawatan intensif, termasuk alat pemantau kondisi pasien dan ventilator.

Walaupun ICU penuh, pasien tetap kami rawat di ruang resusitasi dengan fasilitas lengkap. Penanganan medis tetap berjalan,” jelasnya.

Pada pagi hari, pasien juga mendapatkan pemeriksaan langsung dari dokter spesialis bedah saraf. Hasil evaluasi menguatkan bahwa pasien harus tetap berada dalam pengawasan intensif. Sambil menunggu ketersediaan ICU, rumah sakit juga berupaya mencari opsi rujukan melalui sistem rujukan nasional.

Setelah hampir seharian menunggu, pada Selasa sore sekitar pukul 18.00 WIB, ruang ICU akhirnya tersedia. Pasien kemudian dipindahkan ke ruang perawatan intensif untuk mendapatkan penanganan lanjutan.

Namun, kondisi pasien kembali memburuk keesokan harinya, Rabu, 7 Januari 2026. Sekitar pukul 07.00 WIB, pasien harus dipasang alat bantu napas akibat penurunan kondisi klinis. Beberapa jam kemudian, tim dokter menyimpulkan bahwa tindakan operasi bedah saraf harus segera dilakukan untuk menyelamatkan nyawa pasien.

Kami telah menjelaskan kepada keluarga bahwa kondisi pasien berisiko tinggi dan operasi sangat diperlukan,” katanya.

Namun, keluarga pasien menyatakan menolak tindakan operasi dengan alasan keterbatasan biaya. Tim medis kembali memberikan edukasi secara menyeluruh, termasuk menjelaskan risiko fatal jika operasi tidak dilakukan, serta memberi waktu kepada keluarga untuk mempertimbangkan ulang keputusan tersebut.

Hingga sore hari sekitar pukul 15.40 WIB, keluarga tetap pada keputusan awal. Mereka memilih membawa pasien pulang dan menandatangani surat penolakan tindakan medis serta permohonan pulang atas permintaan sendiri.

Kami menghormati keputusan keluarga setelah melalui proses edukasi medis dan administratif sesuai ketentuan,” ungkap Pia.

Pihak rumah sakit kemudian memastikan proses pemulangan dilakukan dengan pendekatan paling aman. Tim medis bahkan menyarankan penggunaan ambulans mengingat kondisi pasien yang masih mengalami penurunan kesadaran.

Pia menegaskan bahwa selama proses penanganan, RSUD Kota Bandung telah menjalankan pelayanan medis secara maksimal dan profesional, meskipun menghadapi keterbatasan ruang perawatan intensif.

Kami sudah berupaya semaksimal mungkin, mulai dari penanganan awal, observasi ketat, hingga rekomendasi tindakan operasi. Semua dilakukan sesuai prosedur dan demi keselamatan pasien,” pungkasnya. *red

Show More
Back to top button