Perkuat Sektor Ekonomi Saat Pandemi Corona - El Jabar

Perkuat Sektor Ekonomi Saat Pandemi Corona

ADIKARYA PARLEMEN

BANDUNG, elJabar.com – Pandemi Covid-19, sudah membawa dampak yang cukup signifikan terhadap perekonomian masyarakat luas. Termasuk juga pembangunan perekonomian yang sudah diprogramkan oleh pemerintah.

Dijelaskan Wakil Ketua Komisi 2 DPRD Jabar Heri Ukasah, banyaknya program – program perekonomian yang terganggu, diakibatka banyak anggaran  yang dialihkan ke penanganan Covid-19 di Jabar. Hal ini membawa konsekuensi, terhadap seluruh program yang tersebar di Jawa barat

Namun tidak untuk mengecilkan anggaran penanganan Covid-19, tapi untuk anggaran perekonomian sebaiknya tak dipangkas. Mengingat perekonomian yang terkait langsung dengan kebutuhan hidup masyarakat juga sangat penting dan tidak bisa dianggap sepele.

Dari sisi alokasi anggaran, besaran anggaran yang disebar di beberapa OPD mitra Komisi 2 DPRD Jabar, seluruhnya hanya 10 persen dari jumlah volume APBD Provinsi Jabar.

“Sedangkan dari sisi manfaat program, untuk sektor perekonomian langsung bersentuhan dengan kebutuhan dasar masyarakat,” jelas Hery Ukasah, kepada elJabar.com.

Banyak program-program penguatan perekonomian yang harus digarap dan langsung berkaitan dengan kebutuhan hidup masyarakat. Salah satu contoh saja, program di sektor perekonomian banyak menyentuh penguatan pangan, yang tersebar di pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan.

“Jika program ini terganggu dengan pengurangan anggaran, saya khawatir ketahanan pangan akan terganggu. Jadi meskipun pandemi, sektor ekonomi tetap harus diperkuat,” ujarnya.

Alasan berikutnya, sambung Hery Ukasah, dampak Corvid -19 tak hanya berdampak dari sisi kesehatan, tetapi juga sangat jelas dan terasa berdampak ke sektor pendapatan yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat.

Bukti konkrit akibat Covid 19, banyaknya masyarakat yang menghentikan mata pencaharian. Di sisi lain, ada masyarakat yang semula bekerja, karena wabah Covid-19, sekarang sudah kena PHK. Sejumlah perusahaan terpaksa mengehntikan operasinya, mengingat lemahnya permintaan barang hasil produksi.

“Fakta-fakta ini, menunjukkan wabah Covid -19,  telah memunculkan masyarakat miskin baru. Kenyataan ini, salah satunya harus disikapi dengan memperkuat potensi perekonomian,” tandasnya.

Heri Ukasah juga memaparkan, bahwa untuk menutupi kebutuhan anggaran penanganan Covid -19, ada beberapa pos anggaran di tahun 2020 yang bisa ditunda, untuk selanjutnya bisa dilaksanakan di tahun yang akan datang.

Sementara untuk program-program penguatan infrastruktur seperti penataan situ, sementara bisa dikurangi rencana kegiatannya. Misalnya dengan mengurangi lokasi yang akan direvitalisasi.

Begitu juga di sektor pariwisata untuk rencana pengembangan wisata air, seluruhnya di tahun ini bisa. Program ini ditunda sementara, karena program tersebut tak menyentuh secara langsung terhadap kebutuhan dasar masyarakat.

“Dalam rangka penguatan pariwisata dan kebudayaan, rencana Pemprov Jabar yang akan merevitalisasi alun-alun di beberapa lokasi di Jabar,  program ini juga seluruhnya bisa ditunda,” pungkasnya. (muis/fajar)

Categories: Pemerintahan