Pertashop, SPBU Mini untuk Pelaku UMKM dan BUMDes di Sumedang - El Jabar

Pertashop, SPBU Mini untuk Pelaku UMKM dan BUMDes di Sumedang

SUMEDANG, eljabar.com — Jajaran Hiswana Migas DPC Bandung-Sumedang dan perwakilan PT. Pertamina melakukan audiensi dengan Bupati Sumedang Dr. H. Dony Ahmad Munir di Gedung Negara, Senin (24/08/2020).

Tujuan audensi sendiri dikatakan Fariz selaku SBM Pertamina yakni untuk menginformasikan salah satu program Pertamina yaitu Pertashop hasil kerja sama antara Kemendagri dengan PT. Pertamina.

“Pertashop merupakan SPBU mini yang resmi bekerja sama dengan Pertamina. Harga yang dijual Pertashop juga sama dengan harga yang dijual di SPBU Pertamina. Produk yang dipasarkan adalah Pertamax 90,” ucapnya.

Fariz mengatakan, Pertamina membuka peluang usaha kerja sama kemitraan bisnis Pertashop dengan mitra baik pelaku usaha UMKM atau BUMDes.

“Proram ini melibatkan pihak desa dan masyarakat yang nanti akan bekerja sama dengan Pertamina di tempat-tempat yang memang kita anggap secara perekonomian layak untuk didirikan Pertashop. Ini masuk dalam klasifikasi UMKM yang permodalannya di bawah Rp. 500 juta untuk menjangkau masyarakat terpencil,” ungkapnya.

Fariz mengungkapkan, rencana awal yang akan dijalankan di Kabupaten Sumedang sendiri yaitu di Desa Tarikolot Kecamatan Jatinunggal dan Desa Cikoneng Kecamatan Ganeas.

“Ke depannya tergantung dari mapping yang akan kita jalankan dengan Pemkab karena targetnya di kecamatan-kecamatan yang belum ada SPBU-nya,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Dony Ahmad Munir sangat menyambut baik hadirya program Pertashop tersebut di Sumedang.

“Ini pola yang bagus untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus menggerakkan ekonomi daerah,” ucapnya.

Menurut Bupati, banyak wilayah di Sumedang yang cocok untuk dijadikan lahan program Pertashop, salah satunya wilayah Lingkar Timur Jatigede.

“Jalan Lingkar Timur mempunyai potensi besar karena orang-orang dari daerah Tasik dan Garut jika akan ke Kertajati (Bandara) akan melawati jalan ini,” terangnya.

Bupati berharap Pertashop bisa mempertahankan kuantitas pasokan energi, termasuk yang menjadi keluhan masyarakat yakni LPG 3 kilo gram.

“Dengan adanya Pertashop, mudah-mudahan ada akselereasi di beberapa kecamatan yang bisa dipenuhi melalui program ini,” pungkasnya. (Abas)

Categories: Ekonomi